27 Macam Macam Majas Beserta Pengertian dan Contohya

Dalam menulis sebuah karya tulis yang bersifat fiktif akan lebih indah jika ditambah dengan majas. Majas merupakan gaya bahasa yang menunjukkan arti tidak sebenarnya. Biasanya penulis akan menggunakan majas untuk memperindah bahasa, sehingga pembaca akan merasakan adanya keindahan dalam tulisan tersebut. Majas juga bisa disebut dengan kiasan, artinya makna kata tersebut tersirat dan tidak disebutkan dalam kalimatnya.

Macam-macam majas dapat dibagi menjadi empat kelompok besar yaitu perbandingan atau persamaan, sindirian, pertentangan, dan penegasan. Di dalam majas perbandingan bisa dibagi lagi menjadi beberapa macam majas di antaranya, majas personifikasi, metafora, asosiasi, hiperbola, eufimisme, metonimia, simile, alegori, sinekdote, simbolik, dan seterusnya. Dalam majas sindiran yaitu majas ironi, sinisme, dan sarkasme. Dalam majas pertentangan adalah majas litotes, paradoks, antithesis, interminis. Sementara dalam majas penegasan yaitu majas pleonasme, repetisi, retorika, klimaks, antiklimaks, pararelisme, dan tautologi.

Pengertian Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan dalam sebuah karya tulis untuk menyampaikan pesan imajinatif dan kiasan. Majas memiliki makna tidak sebenarnya, sehingga harus memiliki arti tersendiri.
Majas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan suatu yang lain; kiasan.

Pengertian Majas Menurut Para Ahli

  • Prof. Dr. H. G. Tarigan: Majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis.
  • Luxemburg dkk: Majas adalah sesuatu yang memberikan ciri khas pada sebuah teks. Teks pada giliran tertentu dapat berdiri semacam individu yang berbeda dengan individu yang lain.
  • Goris Keraf: Majas yaitu suatu majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar yakni kejujuran, sopan santun, dan menarik.
  • Aminuddin: Majas ialah sebuah gaya bahasa dan cara yang digunakan oleh pengarang dalam memaparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan efek yang ingin dicapai.
  • Okke KS Zaimar: Majas adalah sinonim dari bahasa yang termasuk dalam jenis tertentu layaknya bahasa Indonesia.

Macam-Macam Majas dan Pengertiannya

macam macam majas
Tabel Macam Macam Majas

Berapakah jumlah majas? Adapun jumlah majas itu ada 4 macam, dan dari 4 macam tersebut terbagi lagi kedalah beberapa majas.
  1. Majas Perbandingan
  2. Majas Sindiran
  3. Majas Pertentangan
  4. Majas Penegasan

1. Majas Perbandingan

macam macam majas perbandingan
Macam Macam Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah salah satu jenis majas yang digunakan untuk membandingkan sebuah objek dengan objek lain dengan cara menyamakan, melebih-lebihkan, dan menggantikan. Di dalam majas perbandingan terdapat beberapa anak majas yaitu:

Macam Macam Majas Perbandingan

Majas perbandingan ada 10 macam yaitu:
  1. Majas Personifikasi
  2. Majas Metafora
  3. Majas Asosiasi
  4. Majas Hiperbola
  5. Majas Eufimisme
  6. Majas Metonimia
  7. Majas Simile
  8. Majas Alegori
  9. Majas Sinekdok
  10. Majas Simbolik

a. Majas Personifikasi

Pengertian Majas Personifikasi

Majas Personifikasi adalah gaya bahasa yang menyatakan benda mati itu seakan-akan hidup seperti halnya manusia. Dengan kata lain, majas personifikasi itu menghidupkan benda mati. 

Majas ini sering digunakan dalam pembuatan karya sastra salah satunya puisi. Penggunaan majas personifikasi juga melibatkan panca indra manusia, dan biasanya berupa sifat yang ada pada manusia.

Contoh Majas Personifikasi

  • Bulan menatapku begitu tajam.
  • Burung-burung di udara bernyanyi dengan merdu.
  • Dinginnya malam yang kelam sangat menusuk tulang-tulangku.
  • Dedaunan di pinggir jalan melambai kepadaku dan mengajakku untuk mengelilingi dunia.
  • Ombak di laut saling kejar-kejaran dengan penuh semangat.
  • Matahari pada pagi hari menyambutku dengan senyuman yang indah.
  • Bintang-bintang di langit mengedipkan mata kepadaku.
  • Angin di sekitar rumahku mengobrak-abrik seluruh isi rumahku.
  • Ketika aku pergi ke hutan, aku mendengar singa dan harimau saling bercengkerama.
  • Siang yang sangat indah itu, aku disambut hangat oleh pelangi dengan senyuman manisnya.

b. Majas Metafora

Pengertian Majas Metafora

Majas metafora adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan dan mengandung perbandingan yang tersirat. Majas ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang seakan-akan benda iitu adalah sesuatu yang lain. Majas metafora itu meletakkan objek yang bersifat sama dengan pesan yang ingin disampaikan.

Contoh Majas Metafora

  • Di setiap negara memiliki tikus kantor yang tidak kunjung mati.
  • Sinta merupakan wanita yang menjadi bunga mawar di desanya.
  • Setiap ibu pasti memiliki rasa kasih sayang kepada buah hatinya.
  • Di sekolahan, Ahmad menjadi anak emas guru-gurunya karena kecerdasan yang dimiliki.
  • Barangsiapa yang menjadi kutu buku dia akan memiliki banyak pengetahuan dalam dirinya.
  • Setiap anak muda yang ditinggal belahan jiwanya akan merasakan sedih dalam hatinya.
  • Orang akan sulit dinasihati jika memiliki sifat kepala batu.
  • Putri merupakan kembang desa yang selalu disukai banyak lelaki.
  • Kekasihku memang wanita yang paling aku cintai, karena dia memiliki hati sutra.
  • Ketika aku berjalan bersama temanku, pasti aku dianggap adiknya karena dia memiliki tubuh pohon beringin.

c. Majas Asosiasi

Pengertian Majas Asosiasi

Majas Asosiasi adalah gaya bahasa yang menjelaskan arti suatu hal dengan menyamakan benda lain yang memiliki sifat sama, meskipun aslinya sangat berbeda. Majas asosiasi biasanya menggunakan kata seperti, bagaikan, bak, laksana, dan lainnya. 

Tujuannya untuk menarik perhatian pembaca sehingga tidak mudah bosan dalam menikmatinya. Majas ini menggunakan perumpamaan dalam membandingkan. Arti yang dituju pun sama dengan benda yang dibandingkan dalam hal sifatnya.

Contoh Majas Asosiasi

  • Orang itu sangat sulit dinasihati karena hatinya sudah seperti batu.
  • Beban anak muda itu bagaikan tali yang melilit di lehernya.
  • Sebelum dipilih sebagai pejabat, banyak yang seperti kacang lupa kulitnya.
  • Orang yang bodoh laksana tong kosong yang nyaring bunyinya.
  • Mata seorang penjahat itu seperti pisau yang baru diasah.
  • Keinginan seorang anak untuk menjadi dokter sudah seperti api yang membara.
  • Pemuda di pinggir jalan itu badannya sudah seperti sapu lidi.
  • Aku dan dia bagaikan matahari dan sinarnya.
  • Wajah temanku sangatlah gelap layaknya di ruangan tanpa sinar.
  • Hubunganku dengan kekasihku laksana tali yang sudah kuikat dengan kencang.

d. Majas Hiperbola

Pengertian Majas Hiperbola

Majas Hiperbola adalah gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan suatu hal dengan cara melebih-lebihkan, bahkan hampir tidak masuk akal. Majas ini menggunakan kata-kata yang sangat dramatis dalam penyampaiannya, sehingga hal yang disampaikan terlihat lebih besar dari kenyataan. Biasanya, majas ini membuat pembaca meninggalkan ekspresi secara khusus.

Contoh Majas Hiperbola

  • Ayah setiap hari memeras keringatnya demi ekonomi dalam keluarganya.
  • Andi sedang tenggelam dalam air matanya karena ditinggal oleh kekasihnya.
  • Pemuda itu sangat tega dengan saudaranya sendiri karena sudah memakan dagingnya dengan tanpa ampun.
  • Air mata seorang wanita itu membanjiri rumahnya karena ditinggal mati orang tuanya.
  • Demi mendapatkan cintamu, aku rela menyeberang lautan.
  • Angin itu memakan habis satu desa.
  • Bintang di langit pun aku ambil demi mendapatkan perhatianmu.
  • Kepalaku sangat pusing ketika bicara denganmu, dunia pun terasa berhenti karena kebodohanmu.
  • Kuambilkan bulan, jika memang di negara ini tanpa ada korupsi.
  • Setiap malam adikku menyanyi dan suaranya pun memecahkan kaca rumah.

e. Majas Eufimisme

Pengertian Majas Eufimisme

Majas Eufimisme adalah gaya bahasa yang mengungkapkan ungkapan halus sebagai ganti ungkapan yang dirasa kasar dan tidak enak didengar. Penggantian ini dilakukan atas dasar moral, karena jika tidak diganti akan merasakan ketidaksopanan dalam berucap. 

Majas eufimisme biasanya digunakan terhadap orang yang lebih tua atau orang yang lebih dihormati, sehingga memberikan kesan lebih sopan. Jika dilihat dari katanya, eufimisme berasal dari bahasa Yunani yaitu euphemizein yang berarti kata-kata yang baik. Majas ini sangat berguna untuk memilih kata dengan perasaan yang lemah lembut.

Contoh Majas Eufimisme

  • Temanku yang bernama Rina sangat beruntung dalam memilih kerjanya meskipun hanya sebagai pramusaji di restoran sate ayam. (Pramusaji=pelayan rumah makan)
  • Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan berbeda-beda. Oleh karenanya, orang yang tuna netra tidak diboleh dibedakan, karena mereka juga manusia. (Tuna netra=buta).
  • Hatiku ikut sedih ketika ayah dari sahabat karibku berpulang ke ilahi. (Berpulang=meninggal dunia).
  • Temanku sangat lama ketika izin untuk ke belakang kepada guruku yang sedang memberikan pelajaran. (Belakang=WC).
  • Aku sangat kagum melihat anak itu, dia sangat cerdas dan kuat hafalannya, meskipun dari bayi sudah tuna wicara. (Tuna Wicara=Bisu).
  • Aku benar-benar tidak tega melihat ratusan orang di Indonesia diberhentikan dari kerjaannya hanya karena kurang baik dalam bekerja. (Diberhentikan=dipecat).
  • Aku memaklumi di setiap kelas pasti ada anak yang agak ketinggalan dalam belajarnya. (Ketinggalan=kurang pintar).
  • Beberapa kali, Santi mendapat teguran dari atasannya karena kerjanya kurang teliti. (Kurang teliti=ceroboh).
  • Kesuksesan bukan hanya milik orang kaya saja, tapi orang yang memiliki latar belakang ekonomi bawah pun bisa meraih itu. (Ekonomi bawah=miskin).
  • Aku lari sekencang mungkin karena sudah tidak tahan ingin sekali buang air kecil. (Buang air kecil=kencing).

f. Majas Metonimia

Pengertian Majas Metonimia

Majas Metonimia adalah gaya bahasa yang kalimatnya menggunakan sekata atau dua kata yang merupakan sebuah merk tertentu, jenis atau lainnya yang merupakan satu kesatuan dari suatu kata. Kata metonimia berasal dari bahasa Yunani yaitu meto artinya menunjukkan perubahan. 

Sedangkan anoma berarti nama. Majas ini memang menggunakan suatu label, ciri khas, atau merk apapun itu untuk menggambarkan sebuah hal yang digunakan, sehingga kata itu berhubungan dengan benda keseluruhan. Meskipun sedikit asing, majas ini seringkali digunakan dalam keseharian manusia dalam berucap.

Contoh Majas Metonimia

  • Adikku sudah berusia lima belas tahun, oleh karenanya, dia ingin sekali memiliki Samsung.
  • Temanku memang orang yang sangat kaya, bahkan dia bingung ingin sekolah menggunakan Avanza atau xenia.
  • Menjelang liburan ini, tiket garuda naik tiga kali lipat dari hari-hari biasa.
  • Jika ingin sehat, jangan lupa minum aqua disiplin setiap harinya.
  • Aku memang lebih suka mengendarai kijang daripada Avanza.
  • Ibu menyuruhku membeli pepsodent di warung terdekat.
  • Ayah membeli sebatang Djarum coklat.

g. Majas Simile

Pengertian Majas Simile

Majas Simile adalah gaya bahasa yang membandingkan antara dua hal yang berbeda dan menggunakan kata penghubung seperti bagaikan, laksana, seperti, serupa, semisal, dan lainnya. Majas simile ini memang mirip dengan majas asosiasi, hanya saja majas simile lebih tertumpu pada menyandingan sebuah kegiatan dengan ungkapan. 

Kata simile berasal dari bahasa Latin yaitu simile yang berarti seperti. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) majas simile adalah majas pertautan yang membandingkan dua hal secara hakiki berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa, sinyatakan secara eksplisit dengan kata seperti, bagai, laksana, dan lainnya.

Contoh Majas Simile

  • Aku dan kakakku setiap harinya tidak pernah lupa dengan bertengkar, layaknya anjing dengan kucing.
  • Wanita itu setiap harinya menangis semenjak diputus kekasihnya, karena kata-kata yang dilontarkan sangat menyakitkan bagaikan disayat oleh pisau belati.
  • Aku tidak bisa lepas dari senyum indahmu, bagaikan pagi hari yang tak bisa lepas dari mentari.
  • Rina adalah wanita desa yang masih muda dan jelita laksana Bunga mawar yang baru saja mekar.
  • Aku sangat sedih ketika keluargaku hancur dan bertengkar satu sama lain, seperti dagingku ditusuk-tusuk oleh duri yang sangat tajam.
  • Aku tidak bisa melepaskan kekasihku itu, selain menjadi penenang dalam hidupku, tapi dia juga sebagai pelita yang selalu menyinari gelap hidupku.
  • Orang yang menuntut ilmu di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu.
  • Orang yang mencari ilmu di waktu tua seperti mengukir di atas air.
  • Sejak aku tidak pernah keluar rumah, kulitku menjadi putih bagaikan ditempeli sebotol susu.
  • Aku tertawa ketika melihat keluarga itu, karena dia memiliki anak banyak seperti halnya tim di dalam sepak bola.

h. Majas Alegori

Pengertian Majas Alegori

Majas Alegori adalah gaya bahasa untuk menyandingkan sebuah objek dengan kata-kata kiasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) majas Alegori diartikan sebagai lambang atau pengibaratan kehidupan manusia yang sebenarnya untuk mendidik tentang moral atau menerangkan sesuatu. 

Kata Alegori berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Allegorein yang artinya bicara sebaliknya. Majas ini mengungkapkan sebuah ungkapan dengan pengibaratan sesuatu, sehingga memiliki makna yang tersirat di dalamnya. Selain memiliki makna yang tersembunyi, majas ini juga memperindah dalam sebuah kalimat.

Contoh Majas Alegori

  • Setiap manusia hidup itu ibarat nahkoda di tengah lautan, terkadang melihat betapa indahnya lautan yang sangat luas, tapi juga akan mengalami ombak yang sangat ganas dan menakutkan.
  • Manusia akan bodoh jika otaknya tidak pernah diasah, oleh karenanya, otak manusia itu seperti pisau. Kalau diasah terus menerus akan tajam, begitu juga otak manusia.
  • Cinta itu ibarat menggenggam debu lembut. Jika tidak digenggam sama sekali, dia akan hilang. Tapi kalau genggamannya terlalu erat akan terdesak lewat celahan jari.
  • Cita-cita itu seperti tangga. Kalau kita terus naik dan semangat maka akan sampai di titik atas. Tapi kalau hanya berhenti dan mudah putus asa, dia akan tetap diam dan tidak pernah sampai atas.
  • Semua manusia yang baru saja lahir di bumi itu bagaikan kertas putih tanpa tulisan. Dia bersih dari apapun itu, tapi lama kelamaan akan ternodai dengan beberapa tulisan.

i. Majas Sinekdok

Pengertian Majas Sinekdok

Majas Sinekdok adalah gaya bahasa yang menggunakan suatu bagian dari objek untuk menyatakan sesuatu secara keseluruhan, dan juga sebaliknya menggunakan kata keseluruhan untuk mengungkapkan bagian dari objek tertentu. 

Majas ini sering digunakan oleh setiap manusia, baik itu bicara dengan orang lain maupun dalam menyampaikan berita. Majas sinekdok dibagi menjadi dua yaitu majas sinekdok pars pro toto dan majas sinekdok totem pro parte.

Pengertian majas sinekdok pars pro toto

Majas sinekdok pars pro toto adalah gaya bahasa yang menyatakan keseluruhan bagian dari suatu objek tetapi hanya menyebutkan sebagian saja.

Contoh majas sinkedok pars pro toto

  • Temanku baru saja kelihatan batang hidungnya.
  • Aku kasihan dengan pemuda itu, karena tidak mampu membayar tagihan kontrakan akhirnya dia disuruh angkat kaki dari kontrakannya.
  • Seekor kucing berwarna hitam itu mencuri ikan yang ada di meja makanku.
  • Pengertian majas sinekdok totem pro parte
  • Majas sinekdok totem pro parte adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan sebagian sebuah objek dengan cara menyebutkan keseluruhan objek tersebut.
  • Contoh majas sinekdok totem pro parte
  • Tahun kemarin, Indonesia berhasil meraih emas dalam perlombaan sepak bola dunia.
  • Samsung memberikan bantuan kepada orang-orang yang terkena musibah gempa bumi.
  • Temanku sangat bangga karena menerima beasiswa dari Gudang garam.

j. Majas Simbolik

Pengertian Majas Simbolik

Majas Simbolik adalah gaya bahasa yang membandingkan sebuah objek dengan simbol lain, dapat berupa tokoh, hewan, lambang, benda atau lainnya. Seperti halnya Namanya, simbolik itu berarti menggunakan simbol tertentu. Symbol yang digunakan dalam majas simbolik ini memiliki makna tertentu yang mewakili suatu hal yang ingin disampaikan. 

Oleh karenanya, majas ini sangat perlu dipahami betul tentang makna yang diinginkan oleh penulis. Selain bertujuan untuk menghiasi bahasa yang ingin disampaikan, majas ini juga dapat memperhalus makna sesungguhnya yang ingin disampaikan. Tidak hanya digunakan dalam karya tulis, namun bisa dijadikan untuk mengritik, melontarkan gagasan, atau beropini kepada suatu hal. Bahasa mudahnya, majas simbolik ini berguna untuk menyampaikan pesan secara tersirat.

Contoh Majas Simbolik

  • Ketika aku berduaan dengan kekasihku, pasti Anton selalu muncul sebagai obat nyamuk.
  • Pamanku baru saja mendapat masalah dengan orang lain, sehingga hari ini harus dibawa ke meja hijau untuk diadili.
  • Rani memiliki warna kesukaan putih dan merah karena memiliki arti kesucian dan keberanian.
  • Kadang memiliki rasa kasihan dengan orang yang selalu dijadikan kambing hitam dalam setiap permasalahan.
  • Kemarin aku dan teman-temanku menangkap laki-laki berhidung belang karena sudah keterlaluan menipu banyak wanita.
  • Ayahku sudah meninggal, oleh karena itu, aku sekarnag menggantikan ayahku sebagai tulang punggung keluarga karena aku anak pertama.
  • Aku sangat benci ketika melihat laki-laki buaya darat, karena tidak pernah memikirkan perasaan wanita.
  • Wanita berkacamata itu sangat cantik jelita, karena dilihat dari matanya sudah seperti bola ping pong, sehingga banyak disukai oleh para lelaki.
  • Pejabat sekarang sudah banyak yang menggunakan akal bulusnya hanya karena haus dengan uang rakyat.
  • Ketika aku melewati pinggir jalan, aku melihat lelaki yang menyeramkan dan orangnya pun mata keranjang, tidak bisa diam ketika melihat wanita cantik.

2. Majas Sindiran

Macam Macam Majas Sindiran
Macam Macam Majas Sindiran

Majas sindiran adalah gaya bahasa atau kiasan yang memiliki tujuan untuk menyindir seseorang yang sedang melakukan perlindungan atau kondisi. Majas ini juga bertujuan untuk memperkuat makna atau kesan kalimat tersebut. 

Macam Macam Majas Sindiran

Majas sindiran terbagi kedalam 3 macam yaitu:
  1. Majas Ironi
  2. Majas Sinisme
  3. Majas Sarkasme

a. Majas Ironi

Pengertian Majas Ironi

Majas Ironi adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu hal atau objek yang bertentangan dengan makna yang sesungguhnya. Majas ini memiliki keunggulan dalam penyampaiannya, karena mengungkapkannya dengan sindiran yang halus, sehingga tidak terlalu menyakitkan. 

Meskipun yang diungkapkan dengan halus, tapi terkadang memiliki makna yang sangat kasar. Hal ini bertujuan agar lawan bicara atau pembaca tidak meluapkan emosi secara berlebihan. Kalau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ironi ialah kejadian atau situasi yang bertentangan dengan yang diharapkan atau yang seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir.

Contoh Majas Ironi

  • Bersih sekali kakimu, sampai semua orang tidak mau mendekatmu.
  • Badan Roni sangatlah wangi, hingga tidak ada satu pun orang yang tidak menutup hidung.
  • Aku memang heran dengan pemuda itu, setiap acara apapun dia pasti sangat tepat waktu, yaitu pada saat semua orang sudah berkumpul semua dan acara pun sebentar lagi usai.
  • Kecerdasan temanku sudah melebihi batas dari lainnya, karena setiap ujian nilainya merah semua.
  • Cahaya lampu di kamarku sangat terang, hingga buku di rak buku saja tidak terlihat sama sekali.
  • Dia adalah kakak yang sangat patuh kepada orang tua dan sangat bertanggung jawab terhadap adiknya, sudah beberapa jam adiknya menangis saja dia biarkan.
  • Buah-buahan yang dijual di pinggir jalan itu rasanya sangat enak, sampai tidak ada satu pun yang mau beli.
  • Kucing punya tetanggaku itu lucu sekali, dijual saja tidak ada yang mau membelinya.
  • Santoo memang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, perintah dan nasehat orang tuanya saja tidak pernah didengarkan.
  • Makanan di restoran itu sehat dan lezat, aku makan satu kali saja sudah sakit perut.
  • Dimas adalah murid paling disiplin di kelasnya, setiap harinya tidak ada kata tidak terlambat masuk.

b. Majas Sinisme

Pengertian Majas Sinisme

Majas Sinisme adalah gaya bahasa sindiran yang secara langsung diucapkan kepada lawan bicaranya, sehingga sangat terlihat kekasarannya. Majas ini lebih kasar dari majas ironi, karena majas ini tidak memikirkan efek samping orang yang dicemoohnya. 

Kalau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sinisme yaitu pandangan atau pernyataan sikap yang mengejek atau memandang rendah.

Contoh Majas Sinisme

  • Kau ini memang ayah yang berhati setan, anak kandungmu saja kau siksa hingga tidak mampu berjalan.
  • Otakmu memang otak udang, pekerjaan mudah saja kamu sama sekali tidak bisa.
  • Kau ini memiliki kaki tidak bertulang, menyapu segitu saja tidak mampu menyelesaikannya.
  • Kamu memang lebih hina dari hewan, semua nasehat baik kamu tolak tanpa memedulikan dirimu sendiri.
  • Kamu memang wanita murahan, semua lelaki kau terima tanpa memandang apapun.

c. Majas Sarkasme

Pengertian Majas Sarkasme

Majas Sarkasme adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir seseorang secara langsung maupun tidak langsung menggunakan kata kiasan yang bertentangan dengan maksud yang akan disampaikan, biasanya menggunakan kata binatang.

Contoh Majas Sarkasme

  • Aku tidak peduli dia menangis sampai kapanpun, karena aku tidak akan tertipu lagi dalam air mata buayanya.
  • Kau itu tidak punya telinga? Dari tadi aku panggil tidak dengar.
  • Dasar kau otak udang, disuruh mengerjakan mudah saja tidak bisa.
  • Jangan datang ke sini lagi, kamu sudah tidak berguna bagi kami. Orang tidak punya tenaga sama sekali.
  • Aku tidak akan pernah berteman lagi sama dia, wajah dan penampilan yang serba kampungan.

3. Majas Pertentangan

Macam Macam Majas Pertentangan
Macam Macam Majas Pertentangan

Majas Pertentangan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang memiliki maksud pertentangan dengan makna asli yang diungkapkan dalam kalimat tersebut. Oleh karenanya, majas yang digunakan dalam kalimatnya berbeda dengan maksud yang diinginkan. 

Macam Macam Majas Pertentangan

Adapun Majas Pertentangan terbagi menjadi 5 macam, yaitu:
  1. Majas Litotes
  2. Majas Paradoks
  3. Majas Antitesis
  4. Majas Kontradiksi Interminis
  5. Majas Ironi

a. Majas Litotes

Pengertian Majas Litotes

Majas Litotes adalah gaya bahasa yang memiliki maksud untuk menurunkan derajat atau merendahkan diri terhadap lawan bicara. Jadi yang diungkapkan majas ini berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) litotes berarti pernyataan yang memperkecil sesuatu atau melemahkan, dan menyatakan kebalikannya.

Contoh Majas Litotes

  • Ayo, mampir ke gubukku di seberang jalan sana.
  • Keluargaku hanya berkecukupan biasa dan setiap harinya pun hanya makan garam dan nasi putih.
  • Aku memang sarjana lulusan Inggris dan otakku pun tidak cerdas.
  • Setiap hariku hanya ditemani dengan handphone yang butut dan jadul ini.
  • Aku mencintaimu tidak bisa sepenuhnya seperti orang lain, oleh karenanya, terimalah cintaku yang tidak seberapa ini.
  • Saya hanya orang yang tidak memiliki apa-apa dan tidak pantas menerima penghargaan sebesar ini.
  • Aku bisa berangkat haji bersama keluarga dari hasil kerjaku yang kecil-kecilan itu.
  • Bagaikan langit dan sumur, aku tidak pantas memilikimu yang sempurna.

b. Majas Paradoks

Pengertian Majas Paradoks

Majas paradoks adalah gaya bahasa yang berisi pertentangan dengan yang seharusnya terjadi. Paradoks berasal dari bahasa Yunani yang berarti pendapat yang bertentangan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) paradoks adalah pernyataan yang seolah-olah berlawanan dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran. 

Di dalam majas ini terdapat dua kalimat yang saling bertentangan. Walaupun memiliki dua kata yang berlawanan, tapi keduanya menyatakan satu kebenaran.

Contoh Majas Paradoks

  • Aku ikut perihatin dengan masyarakat Indonesia karena banyak yang dilanda kemiskinan, meskipun negara ini sangat kaya.
  • Dia sangat handal dan cepat ketika ada lomba lari tingkat apapun, tapi dia sangat lambat kalau berangkat ke sekolah.
  • Saat ini, sedang musim mendung, tapi tidak untuk aku, karena setiap hariku cerah jika di sampingmu.
  • Masalah itu harus diselesaikan dengan kepala dingin, agar keadaannya tidak bertambah panas.
  • Aku tidak suka dengan dia, memang dia paling cantik di desa ini, tapi kecantikan itulah untuk menutupi kejelekan sifatnya.

c. Majas Antitesis

Pengertian Majas Antitesis

Majas Antitesis adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memadukan antara dua hal yang berbeda tetapi dalam satu susunan. Majas ini tidak jauh berbeda dengan majas paradoks, hanya saja kalau majas paradoks tidak dalam satu klausa sementara majas antithesis itu dalam satu klausa. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) antithesis diartikan sebagai pengungkapan dalam susunan kata yang sejajar.

Contoh Majas Antitesis

  • Masyarakat banyak yang demo karena harga sayuran selalu naik turun.
  • Aku mencintaimu tidak memandang keadaan, baik buruknya kondisimu aku tetap bersamamu.
  • Aku tidak peduli dengan berat ringannya bebas, yang terpenting aku menghasilkan uang untuk keluargaku.
  • Tinggi rendahnya manusia tidak diukur dari ketampanannya tapi dari ketaqwaannya kepada tuhan.
  • Aku selalu bertanya dengan guruku, betal tipisnya buku yang aku baca apakah memengaruhi kecerdasanku atau tidak.
  • Mahal murahnya mobil itu tergantung dengan orang yang bersyukur untuk memilikinya.
  • Bersih kotornya rumah itu tergantung yang bertempat di situ.

d. Majas Kontradiksi Interminis

Pengertian Majas Kontradiksi Interminis

Majas Kontradiksi Interminis adalah gaya bahasa yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya, bisa menggunakan kata hanya saja atau kecuali. Majas ini menyatakan suatu penyangkalan atas pernyataan yang sudah diucapkan sebelumnya.

Contoh Majas Kontradiksi Interminis

  • Semua siswa boleh mengikuti lomba lari di jalan raya, kecuali yang tidak memakai sepatu.
  • Aku menyukai penampilanmu saat ini, hanya saja rambutmu kurang sedikit rapi.
  • Aku selalu diberi hadiah buah-buahan, kecuali rambutan karena tidak menanam pohonnya.
  • Seluruh keluargaku bekerja sebagai dokter di rumah sakit terdekat, melainkan kakakku yang bekerja sebagai polisi.
  • Setiap hari aku masuk kuliah, kecuali hari minggu.
  • Jalan raya Bandung selalu ramai kendaraan, hanya hari jumat saja yang tidak begitu ramai.
  • Aku selalu menuruti permintaan kekasihku, kecuali permintaan untuk berhenti mencintainya.

e. Majas Ironi

Majas ini juga masuk pada majas pertentangan, karena di dalamnya juga mengandung pertentangan terhadap maksud yang diinginkan.

4. Majas Penegasan

Macam Macam Majas Penegasan
Macam Macam Majas Penegasan

Majas penegasan merupakan gaya bahasa yang mendorong peningkatan bagi pembaca agar lebih memahami. Artinya, majas ini digunakan untuk mengungkapkan suatu hal secara tegas guna memberi kepahaman terhadap pembaca. Majas ini cara penyampaiannya dengan pengulangan kata yang sama namun berbeda makna atau kata yang tidak persis sama namun maknanya masih berkaitan.

Macam Macam Majas Penegasan

Adapun Majas Penegasan ada 5 macam, yaitu:
  • Majas Pleonasme
  • Majas Repetisi
  • Majas Retorika
  • Majas Paralelisme
  • Majas Tautologi

a. Majas Pleonasme

Pengertian Majas Pleonasme

Majas Pleonasme adalah gaya bahasa untuk menegaskan arti suatu kalimat dengan menambahkan frasa yang berlebihan. Pleonasme berasal dari bahasa Yunani Pleonasmus yang artinya kata yang berlebihan. Majas ini membutuhkan kata lebih, meskipun aslinya tidak begitu dibutuhkan. Akan tetpi, keberadaan tambahan kata tersebut membuat kalimat menjadi lebih tegas dan lebih jelas.

Contoh Majas Pleonasme

  • Undangan untuk ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian diharapkan datang dan tepat waktu sesuai jadwalnya. (ibu-ibu, bapak-bapak, sekalian).
  • Pertandingan sepak bola antara Bandung dan Jakarta berlangsung sengit, yang akhirnya Bandung mundur ke belakang dan kalah dalam pertandingannya. (Mundur, ke belakang).
  • Akhir-akhir ini aku lebih suka Bertani seperti kacang, ketela, cabai, dan lain-lain.
  • Ketika aku berkata berhenti, supir itu menepikan kendaraannya ke pinggir jalan. (Menepikan, ke pinggir jalan).
  • Di saat aku menerbangkan laying-layang, semua anak mendongakkan kepalanya ke atas. (mendongakkan, ke atas)
  • Setelah aku menerima balasan cinta darimu, aku merasa riang gembira yang tak terkalahkan. (Riang, gembira)

b. Majas Repetisi

Pengertian Majas Repetisi

Majas Repetisi adalah gaya bahasa yang diungkapkan dengan cara pengulangan kata, frasa, atau klausa yang berfusngsi untuk mempertegas sebuah maksud tertentu. Repetisi berarti kembali pengulangan, sehingga di dalamnya terdapat pengulangan kata. Tidak berarti pemborosan, tapi memang sengaja agar pembaca lebih jelas dalam memahami maknanya. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) repetisi berarti gaya bahasa yang menggunakan kata kunci yang terdapat di awal kalimat untuk mencapai efek tertentu dalam penyampaian makna ulangan.

Contoh Majas Repetisi

  • Aku ingin selalu di sampingmu, di sebelahmu, dan selalu bersamamu selamanya.
  • Aku bingung harus bagaimana, di mata kekasihku, aku selalu salah, lagi-lagi salah, dan salah.
  • Hidup ini memang sulit, sulit dan sangat sukar untuk dijalani jika terus mengeluh.
  • Wanita itu sangat cantik, cantik, dan cantik di mataku kapan pun itu dan di mana pun itu.
  • Kopi buatan ibuku sangat lezat, lezat, dan lezat, sehingga aku ketagihan setiap paginya.
  • Aku benci, benci, dan benci kepadamu.
  • Di hatimu ada aku, di dirimu ada aku, di seluruh tubuhmu ada aku.

c. Majas Retorika

Pengertian Majas Retorika

Majas Retorika adalah gaya bahasa untuk menegaskan dalam pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Sudah biasa, kalau pertanyaan terkadang memang tidak memerlukan jawaban. Secara bahasa retorik memiliki arti sebuah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) retorika memiliki arti keterampilan berbahasa secara efektif. Meskipun kalimatnya menggunakan kalimat tanya, tapi majas ini memiliki tujuan memberi penegasan secara sindiran.

Contoh Majas Retorika

  • Jadi menurutmu, dia akan mendapatkan nilai yang memuaskan walaupun kerjaanmu hanya bermain tanpa belajar.
  • Aku bingung dengan orang yang penakut kalau disuruh keluar malam, memangnya orang meninggal bisa hidup lagi.
  • Apakah pantas jika ada kecelakaan kalian hanya mengambil gambar dari pinggir jalan, memangnya yang kecelakaan dapat menolong dirinya sendiri.
  • Aku saja tidak ikut apa-apa, kenapa kalian tanya kepadaku apa yang terjadi kemarin.
  • Kalian pikir, Jakarta ke Bandung dapat mencapai lima menit dengan berjalan kaki.

d. Majas Paralelisme

Pengertian Majas Paralelisme

Majas Paralelisme adalah gaya bahasa yang mengungkapkan tentang suatu hal yang saling menunjukkan titik kesejajaran. Paralelisme berasal dari bahasa Inggris yaitu paralelizm yang artinya sejajar. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) paralelisme berarti sejajar, kesejajaran, kemiripan. Majas ini sering digunakan dalam pembuatan puisi. Biasanya menggunakan kata yang sama pada setiap baris dalam satu bait.

Contoh Majas Paralelisme

  • Aku akan selalu di sampingmu baik dalam keadaan susah maupun senang.
  • Kekasiku memang sangat cantik entah itu setelah mandi atau sebelum mandi.
  • Kita jangan menyia-nyiakan waktu untuk selalu beribadah dalam keadaan sehat maupun sakit.
  • Kaya atau miskin tidak menjadi patokan dalam meraih kesuksesan hidup.
  • Siang dan malam aku selalu mengingatmu.
  • Semua manusia itu sama yaitu ciptaan tuhan, oleh karenanya jangan suka membedakan antara pria dan wanita.
  • Temanku memang sangat hebat, manis pahitnya hidup sudah dia jalani dengan tenang dan sabar.
  • Aku tidak peduli dengan jarak, jauh atau dekat aku akan tetap mencintaimu.

e. Majas Tautologi

Pengertian Majas Tautologi

Majas Tautologi adalah gaya bahasa untuk menegaskan sebuah kalimat dengan cara mengulangi kata atau menggunakan kata yang memiliki makna serupa. Majas ini mirip dengan majas repetisi tapi terdapat perbedaan tertentu. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tautologi memiliki arti pengulangan pernyataan, gagasan, atau kata yang berlebih dan sebenarnya tidak diperlukan karena memiliki makna yang sama. Tautologi berasal dari bahasa Latin yaitu Tautologia yang memiliki arti pengulangan makna.

Contoh Majas Tautologi

  • Kekasihku memang sangat cantik, jelita, nan merona.
  • Jangan sekali-kali kamu ulangi perbuatan keji itu, masih tidak puas kamu mengkhianati wanita itu? Membohongi wanita itu? Dan menyakiti wanita itu?
  • Indonesia adalah negara yang damai, negara yang anti peperangan, negara yang tanpa pertikaian.
  • Jangan ditanya, aku sangat mencintainya, sangat menyukainya, sangat menyayanginya.
  • Ibuku adalah wanita yang paling hebat di hidupku, paling berjasa di hidupku, dan paling mengagumkan di hidupku.
  • Setelah sekian lama kita berpisah, aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu, berjumpa denganmu, dan bertatap muka denganmu.

Belum ada Komentar untuk "27 Macam Macam Majas Beserta Pengertian dan Contohya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel