? Wahai Jiwa Kembalilah Bersemangat! | Indah Islam
8:38 pm - Tuesday June 27, 2017

Wahai Jiwa Kembalilah Bersemangat!

Sunday, 25 October 2015, 22:16 | Muslim | 1 Comment | 1204 Views
by Ridho Musfa Tukmala Hasanah

semangat

Wahai Jiwa, kamu harus bersabar atas ketentuan Allah. Apapun yang telah Allah tetapkan semuanya adalah yang terbaik untukmu. Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Besarnya pahala tergantung besarnya ujian. Kalau kamu ridha dengan semua takdir Allah maka ridho Allah pula yang kamu dapatkan. Jika kamu marah dengan takdir Allah maka murka Allah yang kamu dapatkan.[1]

Jiwa, Allah lebih sayang ke kamu daripada dirimu sendiri. Allah juga Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah tentu akan sangat mengerti bagaimana perasaan kamu. Allah juga tentu sangat menghargai air mata yang kamu keluarkan karena kesedihan kamu. Allah pasti paham betapa kamu menahan sakit namun kamu berusaha agar tidak mengucapkan kecuali apa yang Allah ridhai. Allah juga sangat berterima kasih jika kamu tetap bersyukur meskipun kamu dicoba dengan berbagai ujian. Allah juga senang jika kamu menjaga amarahmu dan tidak melakukan perbuatan yang Allah benci dan membuat manusia kecewa.

Jiwa, jangan terpuruk mengenang ketergelinciranmu untuk mendapatkan ridhonya karena memang begitulah keadaan jiwa anak adam. Simaklah penuturan dari lisan yang mulia Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ ‏Setiap anak adam itu bersalah. Tetapi yang yang terbaik adalah yang selalu berusaha menginstropeksi diri untuk bertaubat. [2]

Mungkin musibah yang kamu dapatkan hari ini karena kesalahanmu yang tidak mampu menjaga hak hak Allah dengan baik. Sehingga Allah pun menelantarkanmu. Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam berkata kepada Ibnu Abas يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ “Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Jagalah Allah maka engkau akan mendapatinya ada di hadapanmu.”[3]

Setidaknya kamu perlu mengambil banyak pelajaran dari semua ini. Kamu perlu bersungguh sungguh lagi. Agar Allah membuat hidupmu lebih berkah. Setiap detik nafasmu harus selalu mengandung kebaikan. Jadi, jangan menyerah! Jangan biarkan dirimu termasuk orang orang yang mengikuti hawa nafsu. Oke?

Jangan menjadi orang orang yang lebih menginginkan kehidupan dunia dari akhirat. Kamu tahu kan bagaimana menyesalnya dirimu di akhirat nanti kalau kamu menyia nyiakan waktumu yang sangat berharga? Bukankah Allah sudah memperingatkanmu dengan ayat ayatNya yang sangat jelas? Janganlah sampai kamu berangan angan di akhirat nanti seperti yang orang kafir katakan dalam ayat terakhir surat Annaba’

إِنَّآ أَنذَرۡنَٰكُمۡ عَذَابٗا قَرِيبٗا يَوۡمَ يَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلۡكَافِرُ يَٰلَيۡتَنِي كُنتُ تُرَٰبَۢا

“Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”. (QS An Naba ayat 40)

Jiwa, bersabarlah! Kamu hanya perlu beristiqamah dalam ketaatan sampai nanti malam. Ya! Allah telah menjadikan malam untukmu beristirahat. Tetapi satu hari ini kamu harus berjuang untuk menggapai surgamu. Biarkan takdir berjalan. Apapun yang terjadi hari ini kamu harus selalu berada dalam tingkatan ridha. Hanya sebentar kok. Hanya sampai nanti malam. Esok hari jika kamu merasa lelah, hiburlah dirimu bahwa nanti malam kamu bisa beristirahat.

Jiwa, tidak mungkin kamu akan selamat dari api nereka yang sangat panas kecuali kamu benar benar berusaha menyelamatkan dirimu darinya. Memintakan kepada Allah dengan tangisanmu yang jujur. Karena mata yang menangis karenanya tidak akan tersentuh api neraka. Jiwa, lihatlah…! Orang orang sedang berlomba lomba menuju Allah. Kalau kamu berlari sangat pelan seperti ini kamu akan tertinggal.

Jiwa, bukankah kamu harus menjadi artis di langit? Namanya selalu disebut sebagai hamba yang bersyukur dan selalu menjaga kehormatan dirinya? Biarkan…. Biarkan…. Biarkan…. orang lain melukai perasaanmu. Biarkan mereka dan maafkan mereka. Bersabarlah terhadap gamgguan mereka. Bersabarlah dan bertawakallah kepada Allah. Tidak penting apakah mereka memujimu atau mencelamu. Biarkan mereka dengan pikiran mereka. Hal terpenting yang perlu kamu urusi adalah bagaimana sebutan namamu indah di sisi Rabbmu.

Jiwa, Ingat… Ingat… Ingat…. Kehidupan ini adalah amanat yang harus kamu tanggung. Amanat untuk menjaga hak hak Allah dan menjadi hamba Allah seutuhnya. Jika kamu mengembannya dengan baik, surga sudah Allah siapkan untukmu. Aduhai, siapakah yang tidak ingin dijamu oleh hidangan Allah di surga! Duh, jiwa raihlah… raihlah…!

Riri, tunaikan semua kewajibanmu dan tuai hasilnya beberapa tahun kedepan. Iya, riri! Hasilnya itu hanya beberapa tahun kedepan saja. Umurmu sebentar. Sebentar lagi kamu akan memasuki liang kubur. Sebentar lagi kamu akan menghadapi hari akhir. Sebentar lagi kamu akan bertemu Allah. Oleh sebab itu, persiapkan’ah riri…. Persiapkanlah….

Tidak ada yang bisa membantumu melakukannya. Semua orang pada hari kiamat akan sibuk dengan urusannya masing masing. Ya! Seperti yang kamu lihat saat ini, kan? Ketika semu orang sibuk dengan urusannya masing masing. Mereka tidak peduli dengan apa yang kamu rasakan. Semua orang… Bahkan. Aku tahu jiwa, aku tahu kamu merasa sendiri. Aku mengerti tidak ada yang bisa membantumu. Tapi tenanglah, Allah itu Maha Baik. Dia ada dan mendengar keluhanmu. Dia tidak akan pernah bosan untuk menjawab seruan orang orang yang bertaubat kepadaNya.

 

Kamu mengerti? Teruslah beristigfar…. Jangan menyerah sampai kamu bertemu dengan Allah. Ketika kamu ditanya oleh Allah apa yang kamu lakukan di dunia? Bergembiralah ketika kamu dapat menjawab”Aku hanya beristigfar untuk menyiapkan hari bertemu denganMu ya Allah. Aku tahu amalanku buruk, niatku rusak, aku lemah, bodoh dzalim, dan kufur terhadap nikmat nikmatMu. Aku mengaku mencintaimu tetapi aku tidak bisa melakukan apa apa untuk menunjukkan cintaku kepadaMu. Aku hanya beristigfar. Berharap agar istigfarku ini bermanfaat untukku dan bernilai di sisiMu.”

Bersemangatlah wahai jiwa, kembalilah kepada cinta Allah. Gapailah rahmat dan maghfirahNya.

 

[1] HR At tirmdzi dalam Jami’ at At tirmdzi no. 2396 dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallah ‘anhu

[2] HR ibnu Majah dalam sunahnya no. 4392 dari sahabat Anas bin Malik Rashiallahum’anhu

[3] HR At tirmidzi dalam Jami’ At tirmidzi no. 2706 dari sahabat Ibnu Abas Radhiyallah ‘anhu

About the author

Ridho Musfa Tukmala Hasanah

Tagged with: , , , , ,

1 response to "Wahai Jiwa Kembalilah Bersemangat!"

  1. hendro says:

    iya kita memang harus tetap semangat untuk terus menjalani kehidupan setiap hari. Agar nilai-nilai islam tetap senantiasa tumbuh dan berkembang di dalam sanubari kita sebagai seorang muslim.

Leave a reply

Like This Yo!