? Pesan Untukmu, Orang Tua, Calon Ibu dan Bapak | Indah Islam
3:08 pm - Saturday October 19, 9371

Untukmu Khususnya Para Orang Tua, Calon Ibu, dan Calon Bapak

Friday, 12 August 2016, 4:41 | Pendidikan Islam | 2 Comments | 1114 Views
by Indah Fatmawati

parenting itu penting

Hehe.. Indah awali ini dengan meringis. Mungkin banyak orang yang berfikir, “Aduh Ndah.. Gak cocok, kamu terlalu belia untuk hal ini”. Hehe, aku hanya bisa meringis sebenarnya. Iya, aku mengetahuinya. Mungkin aku masih terlalu belia buat seorang pelajar yang baru saja mendapatkan e-KTP. Tapi bagaimana pun, aku rasa ini sangat pantas untuk di share buat kalian, khususnya para wanita.. Seorang ibu atau calon ibu ataupun calon istri. Yang laki-laki juga bisa. Well, Indah makin yakin buat post ini.. Dikarenakan pesan Bu Dewi melalui email. Makasih bu!

Jujur, ini sudah lama jadi draft Indah. Antara ragu untuk di publish atau tidak. Tapi kuharap dengan kemantapan hati Indah publish ini, bisa menjadi manfaat dan pengingat buatmu, khususnya wanita. Walaupun aku ini masih belia tapi aku rasa kalian yang seumuran denganku juga tak mengapa untuk ikut membaca ini, ataupun mungkin kalian yang mau jadi bapak-bapak kelak! Soalnya ini adalah perkara yang kita mengambil andil (peran) di dalamnya.

Membahas parenting! Duhh Ndah.. Jadi orang tua aja belom. *Eits, kita punya andil di dalamnya. Kalau bukan menjadi orang tua pasti kita menjadi anaknya. Ya kan? Makanya kutuliskan tadi, lambat laun ini menjadi pembahasan yang umum untuk dibaca. Dan sekarang aku bingung harus bagaimana menulisnya.

Banyak sepasang suami-istri yang tentunya, menginginkan kehadiran seorang anak. Percayalah, itu sudah menjadi fitrah dan naluri tiap jiwa manusia. Jadi itu bukanlah sebuah rahasia tersembunyi, tapi rahasia umum. Tapi fenomena yang perlu kita sadari, bahwa banyak seorang laki-laki dan perempuan siap menjadi suami dan istri tapi tidak siap menjadi orang tua.

Kenapa Indah harus menuliskannya demikian? Aih, jujur aja, mungkin Indah agak kurang (ajar) dihajar kalau menuliskan ini yang mungkin bagi kalian aku ini sok tahu, dan sok pinter >.<“. Tapi realitanya, banyakkan orang tua yang menuntut anaknya jadi ini dan jadi itu. Contoh saja, temanku yang suka curhat dan aku sering mendengarkan kicauan mereka yang bingung resah ketika gak keterima di PTN favorit orang tuanya *Wkwkwk*.

“Nak, nanti jadi dokter ya, soalnya itu dulu cita-cita Mama. Lanjutkan cita-cita Mama”, “Nak, kalau besok kamu gak jadi pilot, Papa kecewa sama kamu”, “Kalau kamu tidak menjadi orang kaya, hidup kamu nanti miskin. Makanya kalau belajar yang bener”

Jeng.. Jrengg! Otak anak pun semakin terdokrin untuk mengkejar-kejar perkara dunia. Terbayang-bayangi wajah orang tuanya yang kecewa kalau kita hidup di dunia ini susah dan gak sukses dalam perkara dunia. Mungkin masih banyak yang punya standard rendah tentang kesuksesan yang batasanya cuma harta, dan tahta di dunia. Apalagi, ditambah embel-embel “Ini temen Papah dulu orang miskin lho, tapi sekarang rumahnya di Pondok Indah punya Lamborghini, Lexus, rumahnya ada kolam renangnya. Minggu pergi main golf. Tapi orangnya pinter terus rajin belajar. Makanya jadi bos di perusahaan minyak”

Alamak. Ternyata masih banyak orang yang standard “kesuksesnya” tentang hal-hal yang dibawa mati aja enggak, malah jadi warisan buat sanak famili. Percaya atau tidak, tapi ini.. Adalah hal yang sering terdengar. Tapi guys, mari kembali.. Sebanarnya apa sih yang Allah tugaskan pada kita dalam parenting itu?

Allah tidak mewajibkan kita mendidik anak menjadi anak yang ahli dalam perkara dunia, mahir dalam perkara dunia. Tapi Allah mewajibkan kita mendidik anak menjadi anak yang sholeh.

Untukmu, para orang tua. Ibu dan calon ibu.. Bahwa sebenarnya urusan kemampuan dunia itu, enggak perlu didiktekan. Jadi ini jadi itu, jadi orang itu dan ini. Do we have to? Menuntut anak untuk berprofesi ini dan itu dalam perkara dunia?

Dan, Pak Salim pun memulai ceritanya. Bahwa dirinya ingin menjadi seorang dokter kandungan dan berkata pada ibunya, “Mami, aku pingin jadi dokter”. Kau tahu? Apa yang dikatakan oleh ibunya?, “Berdo’alah kepada Allah, wahai anakku. Karena itu bukan kewajibanku. Kewajibanku memastikan kamu menjadi anak yang soleh. Sebab di hari kiamat, ketika kamu mengadu pada Allah..

“Ya Allah azablah ibuku. Karena ibuku tidak bisa mendidikku menjadi dokter. Wallahi nak, Allah tidak akan mengazabku. Tapi kalau kamu mengadu pada Allah, Ya Allah azablah ibuku karena ia tidak bisa mendidikku menjadi anak yang soleh.. WaAllahi, Allah pasti mengazabku dan aku tidak punya hujjah untuk membela diri”

Lalu Pak Salim ini bertanya lagi “Kenapa harus jadi soleh?”

Lalu ibunya menjawabnya, “Kamu yakin kalau kamu mati gak?”, dan pak Salim mengatakan “Ya”. Lantas ibunya pun menjawab “Terus dokter belum jadi dokter mati lho, baru diwisuda mungkin saja kamu mati duluan, waktu praktek mungkin saja kamu mati duluan sebelum pasiennya. Di sana, tidak ada tempat praktek untuk dokter nak. Di akhirat enggak laku lagi praktek dokter. Yang ada di sana tempat orang yang fasik dan soleh”

Tapi kan Ndah, khawatir kalau misalnya nanti dia jadi orang miskin, hidupnya susah, rumahnya ngontrak, perginya pakai transportasi umum. Dear Ayah dan Bunda sekalian.. Allah tidak pernah menjanjikan kemudahan hidup buat orang-orang yang punya titel tinggi. Buat orang-orang yang sarjana kedokteran, buat orang-orang yang jadi direktur di perusahaan minyak, buat orang-orang yang cerdas tapi kemudahan hidup itu Allah janjikan diperuntukkan orang yang bertaqwa, yang soleh.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا 0 وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (At-Talaq: 2-3)

Perlukah kita terlalu mengkahwatirkan dunia yang fana ini? Sedangkan Allah tidak pernah melanggar janjinya? Bahkan Allah pun berfirman kalau dunia ini diwarriskan untuk orang-orang yang soleh!

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini diwariskan hamba-hamba-Ku yang saleh. (QS 21 : 105)

Menjanjikan orang-orang yang soleh. Bahwa dunia ini akan dikuasai olehnya. Kau tahu, orang yang soleh ini lebih terjamin oleh Allah dari pada orang-orang yang bertitel tinggi.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS An-Nur:55)

Nah.. Nyatanya kesolehah itu juga perlu dibubuhi dengan kecerdasan! Mari menjadi cerdas dan soleh. Karena cerdas tanpa kesolehan itu artinya setan. Sedangkan soleh tidak cerdas itu bisa menjadi kuda tunggangan, dimanfaatin oleh orang-orang yang sangat-sangat tidak bertanggung jawab.

dan untukmu, para wanita.. Ada kabar gembira untukmu. Kau masih ingat sama hadist Rasulullah ini:

 الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَ خَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
Artinya :
“Dunia itu perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah”.
(H.R. Muslim. Lihat Riyâdhush-Shâlihîn)

Kenapa? karena wanita solehah itu yang melahirkan ummat dan dari ummat itu muncullah pemimpin yang baik. Wanita-wanita yang soleh ini, ternyata punya tugas mulia selain mengandung dan melahirkan. Ndah.. Kamu kan masih pelajar SMA. Iya, sih.. Tapi Indah kan juga perempuan! Dan ya, mari kita kembali pada skala prioritas kita semua. Menjadi anak yang solehah atau menjadi istri yang solehah. Salah satu itu, Toh kita mengambil peranannya!

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِين

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, (Qs.2:223)

Kita bisa ambil hikmah di sini, untukmu para wanita. Para ibu dan calon ibu. Bahwa wanita itu ternyata bagaikan tanah. Anggaplah ada sebuah bibit unggul yang ditanam di tanah itu. Tapi kalau tanahnya tandus, kering, kurang unsur humus? Apakah akan dengan mudahnya bibit-bibit unggul itu tumbuh? Tentu saja tidak mudah dan sulit. Jadi fungsi seorang ibu itu bagaikan tanah bagi sebuah taman. Jadi taman-taman yang menumbuhkan bunga-bunga yang indah itu, sumbernya dari tanah yang bagus juga!

Jangan mendidik anak  sesuai keinginanmu, tapi keinginan Allah. Jadi Ayah dan Bunda, didiklah aku dan ajarilah aku bagaimana menjadi anak yang soleh/ah sesuai dengan keingin Allah. Bukankah keinginan seorang hamba dimata Allah belum tentu benar?

Tapi Ndah.. Gimana dengan seorang wanita yang tidak bisa memiliki anak? Kalau kata Pak Salim Seperti ini:

1. Ga usah ngotot

Maksud di sini, jangan sampai kita menyalahkan Allah atau bahkan sampai-sampai “Ya Allah, kok tega amat”. Bukan itu, bahkan Nabi Zakaria pun ketika berdo’a memang lama dan enggak sampai ngotot atau sampai mempersalahkan Allah

2. Kalau itu ujian, sabar

Allah menguji nabi Zakaria.. Tapi tetap sabar dan terus berdo’a

3. Yakin itu yang paling baik

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

 Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

4. Kita tidak tahu apa kebaikan di balik itu

Kalau kata A’a Gym teh ya percaya aja kalau ada hikmah di dalamnya. Bahwa ada bayak kebaikan yang Allah beri kepada kita!

5. Yakin Allah tidak ingin membenanimu 

Mempunyai anak itu, menjadi orang tua itu, perkara parenting itu.. Aku percaya kalau itu gak mudah. Sungguh, itu hampir-hampir tidak nikmat sama sekali. Karena tanggung jawabnya besar sekali. Walaupun aku adalah seorang anak, tapi aku tahu.. Begitu repotnya harus punya anak itu, apalagi anaknya kayak Indah ini, suka protes, susah diatur dan suka males, bahkan suka gak tau diri. Huaaahh *ini bukan hal yang patut buat dibanggakan! *jangan ditiru di rumah.

Yakin saja, bahwa Allah tidak ingin membebanimu.. Tapi Ndah, tetap saja ada orang tua yang ingin mempunyai anak. Tentu dan banyak sekali cara-cara lain untuk bisa salah staunya dengan mengangkat anak. Dan kita, tidak membahas ini ntar jadi terlalu panjang. Hehe, ini aja udah panjang lho!

Guys, pembahasan lebih-lebih komplit ada di video Pak Salim Qibas ini. Aku tahu, ini videonya punya durasi yang amat panjang. Tapi, film finding Dory ama film Conjuring 2 lebih panjang durasinya daripada video ini. Ini pun, videonya udah Indah crop, untuk sampai ke pembahasan inti yang Indah tuju. Jadi buat kalian.. Indah rekomendasikan untuk tonton video yang Indah upload ini ya! InsyaAllah dapat manfaatnya tentang parenting.

Kali ini, emang panjang banget tulisannya. Tapi semoga yang Indah jabarkan lewat tulisan ini sangat bermanfaat buat kalian semua, begitu juga dengan Ayah dan Bunda. *Eaa sok akrab banget panggil ayah bunda. Hehe.

Untuk pengingat bersama-sama. Kalian wanita.. Calon ibu dan kalian laki-laki, bisa dipastikan kalian juga calon bapak 🙂 Yuk.. Sama-sama meninggikan standard kualitas kesuksesan! Meningkatkan dan meraih mana skala prioritasmu, apapun statusmu.. Jadilah hamba-Nya yang soleh/ah ^_^

Akhirnya, ini di publish di hari Jum’at sebelum battery habis.

Salam Manis Selalu,
Indah Fatmawati

About the author

Indah Fatmawati

Tagged with: , , , , , , ,

2 responses to "Untukmu Khususnya Para Orang Tua, Calon Ibu, dan Calon Bapak"

  1. dewi says:

    Assalamualaikum..

    Hi Indah..makin suka ma tulisan2 kamu..
    tetep berkarya yah…

    Dewi

  2. ade says:

    mantabs ndah (y)

Leave a reply

Like This Yo!