? Sang Pengais Rizki dari-Nya | Indah Islam
3:13 pm - Thursday December 16, 6737

Untuk Para Pengais Rizki

Monday, 29 February 2016, 8:33 | Agama Islam | 0 Comment | 1265 Views
by Indah Fatmawati

pengais rizki

-untuk Para Pengais Rizki-

Bulan Februari yang penuh dengan warna-warninya. Hingga akhirnya kita sampai pada penghujungnya. Semakin aku besar, aku semakin mencoba untuk memahami kondisi ekonomi disekitarku. Mencoba memahami dan menelaah kenyataan tentang uang, bank konvensioal, bank syariah, kredit cicilan, hingga di akhir penghujung bulan Februari ini aku temui, satu titik fokus dari semua kegiatan ekonomi yang kita lakukan.

Untukmu, wahai para pengais rizki…

Sebelumnya, kita semua adalah pengais rizki. Yang mencari-cari rizki..

“Mungkin kita tak tahu dimana rizki kita.. Tapi rizkimu tahu dimana engkau”

dari langit, laut, gunung, dan lembah kerap memerintahkannya menujumu. Allah telah berjanji menjamin rizkimu. Maka melalaikan ketaan padanya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar yang berganda.
Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizki atau bermuluk cita untuk memiliki, melainkan menyiapkan jawaban dari mana dan untuk apa atas setiap karunia-Nya. Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia. Tapi dia alpa, dia alpa bahwa hakikat rizki bukanlah yang tertulis dalam angka tapi apa yang dinikmatinya.

Ada banyak orang berkeja membanting tulangnya memeras keringatnya demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya. Amatlah keliru jika bekerja dimaknai pasrah kepada usaha kita. bekerja itu bagian dari ikhtiar tawakal tetap kepada Allah. Sedang rizki itu urusannya,

kita berkerja untuk bersyukur menegakkan taat dan berbagi manfaat tapi rizki tak selalu terletak di pekerjaan kita, Allah taruh sekehendaknya.

Bukankah Siti Hajar berlari tujuh kali bolak balik dari shofa ke marwah…? tapi zam-zam justru terbit di kaki Ismail bayinya.

iktiar itu laku perbuatan, rizki itu kejutan, ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa dan datang dari arah tak terduga. tugas kita cuma menempuhkan jalan halal, Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi, yang terpenting ditiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia. Jaga sikap saat menjemputnya. Betapa banyak orang yang merasakan memiliki manisnya dunia, tapi sebenarnya lupa bahwa semua hanya hak pakai. Yang halalnya akan dihisab dan haramnya ada diazab

Dengan itu kita mohon, اهدنا صرا ط المستقيم.. petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas. Bukan jalannya orang yang terkutuk apalagi jalan orang yang tersesat.

bekerja
Maka segala puji hanya bagi Allah. hanya bagi Allah hanya dengan nikmatnyalah maka kebaikan menjadi paripurna. Dikutip dari video ini, yufid.tv:

Satu hal yang aku temui semua itu.. Iya, aku paham, kali ini.

Bahwa tugas kita memang bukan untuk mengkhawatirkan rizki itu, bukan.. Bukan itu.. Kita untuk bermuluk-muluk untuk bisa memiliki rizki itu, tentu itu bukan tugas kita. Hakikatnya, rizki itu bukan dari dinilai angka atau nominal uang.

Kalau engkau mengetahui, bahwa sebenarnya apa yang engkau nikmati apa yang engkau dapati itu adalah pemberian hak pakai. Sekali lagi, yang perlu kita ingat.. Bahwa itu hanyalah hak pakai sementara yang akan ditanya, dari mana dan untuk apa digunakan. Hak pakai yang kehalalannya akan dihisab dan keharamnya akan diazab kelak..

Bekerja itu bagian dari iktiar, usaha… Kemudian kita bubuhi dengan tawakal. Usaha itu laku perbuatan sedangkan rizki itu kejutan dari Allah. Kita tak perlu risau untuk memikirkannya. Kita hanya bertugas untuk, menjemputnya dengan cara yang halal.

Untukmu yang masih merisaukannya. Untuk kalian yang masih risau apakah bisa masuk ke universitas yang kalian inginkan, sekolah yang kalian inginkan, pekerjaan yang kalian inginkan, bahkan si “dia” yang jadi jodoh kalian..

Jangan risau.. tugasmu itu berikhtiar, ketika itu bukan menjadi rizkimu, perlukah engkau memarahi Tuhan? Merendahkan dirimu? Frustasi? atau bahkan sampai membenci Tuhanmu bahwa Tuhan tidak adil dan menyimpulkan kamu itu gagal?

Tentunya saja, seharusnya tidak.. Karena semua itu bukan rizkimu. Ikhlaskanlah, karena semua itu memang bukan rizkimu. Allah menjamin rizkimu, mungkin bukan yang kamu gebu-gebukan. Tapi tentunya, Allah menaruh rizkimu sesuai kehendak-Nya..

Pengingat, khususnya untuk diriku…
Semoga bisa bermanfata buat kalian juga!

rezeki

Salam manis,
Indah Fatmawati

 

About the author

Indah Fatmawati

Tagged with: , , , , , ,

Leave a reply

Like This Yo!