? Siapa Sang Penguasa Dunia? | Indah Islam
3:08 pm - Thursday October 19, 9415

Siapa Sang Penguasa Dunia?

Monday, 23 May 2016, 17:00 | Muslim | 0 Comment | 1348 Views
by Indah Fatmawati

penguasa dunia

Perbincangan hangat di sore hari dengan Mr. Hallak dan Ms. Vivi di Al-Taqwa College Indonesia yang akhirnya bisa membuat jari jemariku menari untuk mengukir tulisanku di sini. Kau tahu sobatku? Dunia ini penuh dengan segelintir kekacauan dan permasalahan yang membuat banyak penduduknya menggelengkan kepala dan menyerngitkan dahi mereka. Kehidupan hedonisme yang semakin merajalela dan juga pemahaman sekularisme yang tak henti-hentinya datang begitu juga dengan liberalisme yang semakin membuat manusia men-Tuhankan dirinya mereka sendiri.

Sang Penguasa Dunia…

Umat islam telah kehilangan sosok teladan, kehilangan pemimpin yang arif bijaksana dan amanah. Lalu siapa yang menguasai dunia? Katanya, kita sedang dalam krisis pemahaman.. Katanya, kita sedang dalam perseteruan yang rumit, katanya… Bahkan faktanya kita telah terpecah belah.

Allah itu Maha esa, nabi Muhammad itu hanya seorang diri, nabi terakhir penutup para nabi utusan Allah.. Lalu, ada apa dengan kebanyakan golongan itu? Yang membanggakan golongannya dan meremehkan golongan yang lainnya. Ada apa? Nabi Muhammad berkata, “ikutilah aku”. Ini tandanya kita harus ikuti nabi Muhammad, beliau itu hanay seorang diri. Lalu kenapa banyak sekali golongan kelompok-kelompok itu?

Pesan Apa?

Hedonisme sungguh meracuni otak manusia. Banyak yang menghalalkan banyak cara untuk bisa mengedepankan uang. Bahkan sampai ada seorang bapak berkata pada anaknya, “Kamu belajar yang rajin.. Biar nanti jadi orang kaya bisa nyari duit yang banyak”. “Kamu pelajar TIK yang bener, biar kamu bisa kuasai dunia. Karena kamu belajar teknologi”. “Belajar yang rajin, biar nanti jadi orang kaya”. “Kamu belajar yang bener biar nanti bisa jadi orang besar, hidupnya gak susah”

Apakah itu?

Sungguh sedih mendengarnya, melihat realita yang ingin rasanya menutup mata dan tak mendengarkannya. Sungguh, apa yang terjadi? Inikah sebuah krisis? Apakah ini yang namanya pendidikan? Kau tahu sobat, apa yang Nabi yakub wasiatkan? Apa yang Lukman wasiatkan kepada anak-anaknya?

Hal ini tersirat di didalam surat Al-Baqarah ayat 133.

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?

—-

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya sewaktu ia menasehatinya :’Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya memepersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.”
( QS. Luqman (31) : 13 ).

Wallahi, bahkan ketika maut ingin menjemput Nabi Yakub, beliau berpesan dan bertanya pada anaknya “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Iya, yang dipesankan untuk anak-anaknya adalah tentang keimanannya. Bukan tentang hartanya, atau hal-hal duniawi lainnya. Nabi Yakub pun tidak pula bertanya, “Apa yang akan kamu makan jika aku tiada?”

Wallahi, nabi Yakub tidak merisaukan tentang makanan ataupun harta yang memang dibutuhkan di kehidupan. Tapi ada hal yang lebih penting, yaitu keimanan. Nyatanya, hidup ini bukan tentang seberapa harta yang kamu punya, seberapa banyak serfikat tanah, penghargaan yang kamu raih, ataupun segelintir ijazah apa yang kamu miliki..

Tapi ini tentang, iman dan juga kesalihan dirimu. Untukmu, yang menjadi pelajar… Ketahuilah, yang paling membanggakan dan prestasi yang terbaik yang engkau persembahkan kepada orang tuamu itu kesalihamu. Silahkan S1 di Swedia, S2 di Switzerland.. Tapi, kesalihanmu lah yang akan menjadi prestasi yang bisa membanggakan orang tuamu.

Untukmu para orang tua, iyaa.. Aku menyadarinya, menjadi agen pendidik tidak mudah tapi bahwa ternyata, Allah tidak menuntut anak-anak menjadi orang yang ahli dunia. Tapi bagaimana dengan usaha didik itu menciptakan anak yang shalih/ah. Di sinilah.. Orang tuaku, terutama ibuku tidak mendiktekanku “harus jadi apa“, “kuliah di mana” di masa depanku nanti.

Lalu, Siapa yang Menguasai Dunia?

Seperti yang sudah kutuliskan sebelumnya, bahwa cita-cita dunia itu tidak perlu didiktekan. Harus jadi apa, tinggal di mana, sekolah apa. Tapi ini, Jadilah orang shalih. Karena, ada janji Allah

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.

Bahwa Allah menjanjikan, dunia ini akan diwariskan untuk hamba-hamba-Nya yang sholeh.

Mari, kita kembali kepada diri kita masing-masing. Mungkin banyak orang yang terlupakan dengan ayat ini. Sungguh, ayat ini seakan-akan menguatkan hati. Bahwa akan ada dan akan benar-benar terjadi bahwa dunia ini diwarisi, dikuasai oleh orang-orang sholeh. Bukan orang yang khianat, munafik, apalagi oleh orang-orang  sangat-sangat tidak layak menjadi pemimpin.

Mari kembali kepada rumah masing-masing. Membangun pondasi kuat untuk terus tegar dalam menghadapi rintangan kehidupan, mau jadi apa aku kelak? Menjadi orang yang sholeh. 🙂



Ambil skala prioritasmu! Karena keshalihan dirimu adalah prestasi yang sangat-sangat membanggakan!

Salam Manis,
Indah F

About the author

Indah Fatmawati

Tagged with: , , , , , ,

Leave a reply

Like This Yo!