? Serius, Aku Beneran Sibuk! | Indah Islam
3:13 pm - Tuesday December 16, 6977

Serius, Aku Beneran Sibuk!

Saturday, 7 October 2017, 3:11 | Artikel Islam | 0 Comment | 143 Views
by Indah Fatmawati

kita sedang sibuk

 

Perkara terbesar pada zaman ini, entah disadari ataupun tidak.. Semua orang sibuk! Pun kita, amat sibuk hingga detik ini. Sibuk yang amat fokus dan tak boleh diganggu oleh yang lainnya. Semua punya kesibukannya masing-masing hingga hampir lupa kalau ada orang di sekitarnya yang cocok untuk diajak mengobrol, bahwa ada lantai licin yang akan dilewatinya, atau bahkan tiang tinggi yang siap menghadang jidat kepalanya. Saking fokusnya kita dengan kesibukan itu.

Kesibukan yang menjauhkan kita dari hal-hal yang lebih bermanfaat, bisa merusak akhlaq, mengurangi iman serta merusak hubungan kita dengan Allah adalah handphone dan sosial media bagi yang tidak bisa menggunakannya dengan benar.

Setiap kali waktu itu luang, maka tangan kita mulai bergerak secara otomatis masuk ke dalam kantong. Kita keluarkan handphone dan kita tersibukkan dengannya. Di mana kita ketika ashar? Kita sedang chat di grup dengan kawan-kawan. Di mana kita di waktu magribh? Sedang melihat video di youtube. Di mana kita ketika isya hingga jam 12 malam? Sedang sibuk mengikuti tentang berita dan semisalnya yang berada di handphone.

Sungguh, Hanphone telah mengambil waktu kita.

Sedikit, sedikit.. Sungguh hanya sedikit yang menggunakan handphone ini dengan cara yang benar. Kita tentu akan melihat dan dapati pemuda-pemuda yang terbiasa menundukkan kepalanya. Apalagi di dunia kampus, perkantoran, ataupun halte/stasiun kereta. Mereka menunduk bukan karena khusyu dalam mengerjakan hal yang penting, bukan khusyu untuk membaca al-qur’an, bukan untuk gadhul bashar menundukkan pandangannya, ataupun karena merasa qanaah akan pemberian Allah. Namun ia tersibukkan dengan handphone nya.

Melihat foto-foto, video di Youtube, instastory, status-status Facebook, dan update location di Path. Setiap kali melihatnya, kita merasa terpanggil untuk melihat yang lainnya. Seakan keburukan-keburukan itu memanggil-manggil kita dengan panggilan yang amat lembut.

Berapa banyak dari kita yang terlalaikan. Karena kita sudah tersibukkan dengan handphone yang membuka dunia ini untuk kita. Pun berada dalam satu rumah; Ayahnya sibuk dengan hp, anaknya juga sibuk dengan hp, Ibunya juga tak kalah sibuknya. Seakan Hilanglah kehidupan, dan terputuslah tali kekeluargaan dan tali persaudaraan. Semua sibuk dengan handphone-nya masing-masing. Pun ketika acara kumpul keluarga besar.. Banyak mereka menunduk, seakan amat peduli dengan handphone dibanding keluarganya yang perlu ia jaga dari kobaran api neraka.

Mereka yang mengatakan sosial media adalah media untuk bersosialisasi dan menyambung tali silaturahim, tapi nyatanya ia adalah media yang memutuskan tali persaudaraan dan tali silaturahim. Tidak menghubungkan sosial, hubungan kita menjadi terputus dengan orang-orang terdekat dengan kita, jarang mengobrol dengan yang dekat, dan semakin tidak peduli dengan lingkungannya.

Kita layaknya saling membenci dan sering terjadi pemusuhan setiap harinya di dunia handphone. Kita bisa lihat diri kita di whatsapp misalnya ketika chat dengan kawan kita.. “Mengapa engkau gak jawab chatku?”, “Kenapa Cuma di read doang?”, “Kok gitu amat balesnya singkat”, “Grupnya berisik, rasanya mau left aja. Gak ada faedahnya ikut grup ini”

Seakan hidup ini begitu berat. Perkara-perkara yang sebenarnya kecil tapi menjadi besar dan lebar jangkauannya. Padahal hanya sebuah perkara “CUMA di READ” atau perkara “Gak enak LEFT grup”. Padahal berterus terang dan menjelaskannya dengan baik juga bisa diselesaikan dengan mudah. Terlebih lagi ketika mengungkapkannya di dunia nyata buka dunia maya atau digital lewat handphone. Karena banyak orang yang sering sekali salah paham dalam maksud yang disampaikan lewat media social media.

Dahulu, di zaman onta dan kuda adalah jenis kendaraan yang digemari untuk berkendaraan dan bebas pajak. Banyak orang yang ketika mencari keburukan ia perlu dengan pergi bersafar ke negara lain untuk melihat hal yang haram. Namun sekarang? Tak perlu safar, tak perlu tiket, banyak uang, kendaraan, paspor, dll.

Hanya dengan usapan tangan saja.. Keburukan dan hal-hal haram bisa kita dapatkan! Pintu-pintu kesenangan itu telah terbuka lebar, memberikan ruang pilihan untuk kita masuk ke dalam pintu atau sekedar melewati itu.

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS Al-An’am : 44)

Dibukakkan semua pintu-pintu itu untuk kita. Semua bisa terakses dengan mudah dan terjangkau dengan cepat. Mendekatkan engkau dengan yang jauh. Internet memberimu ilmu yang tidak engkau ketahui, juga memberimu e-book yang tak kau beli bukunya. Akan tetapi keterbukaan ini, Allah.. Allah yang menciptakan aku dan engkau sudah mengingatkan.

Mengapa? Karena keterbukaan ini sungguh menyibukkan diriku, dirimu, dan dirinya!

Ada mushaf di kantongmu? Tidak lagi, Al-Qur’an sudah ada di hp. Tapi berapa kali kita buka wahtsapp dan alqur’an? Pun nyatanya kita lebih lebih senang membaca pesan dari si doi daripada pesan dari Allah. Padahal sudah ada al-qur’an di hp tetapi sudah 3 hari tidak lagi dibuka. Entah, mungkin tak ada kabarnya lagi setelah seminggu.

Mengapa?

Kita sibuk! Sungguh serius, kita sibuk sekali..!

Pernahkah engkau berfikir, Apa yang mau dikatakan di hadapan Allah nanti ketika di hari pertanggung jawaban?

Mungkin ketika kita meninggal, handphone kita punya sistem SECURITY dan LOCK yang amat canggih! Dengan sidik jari, pattern, atau password yang rumit sehingga tak ada orang yang bisa melihat “isi” handphone kita. Mereka hanya bisa me-reset dan restart ulang handphone kemudian semua data pun hilang dan tak pernah ada orang yang tahu apa yang di simpan di handphone kita. Tapi nyatanya, Allah dan para malaikat-Nya mengetahui… di handphone kita ada foto-foto haram, ada twitter yang isinya ghibah, whatsapp isinya khalwat dengan si fulan atau fulanah, History Youtube isinya video-video haram, Soundcloud isinya musik-musik yang jelas keharamannya.

Kemudian kita berhadapan dengan Allah yang Maha Mengetahui. Entah hujjah apa yang bisa kita berikan di hadapan Allah atas semua akses yang memudahkan ini! Aku pun tak bisa menjawabnya..

Oh, apakah ada seseorang di antara kita yang berani datang ke masjid untuk sholat dan di kantognya ada khamar, sebuah botol kecil khamar? Siapa yang berani?

Tapi di saku kita, ada apa? Ada handphone!

Ada yang bertanya, mengapa aku tak bisa khusyu? Kenapa Allah tak berikan aku kekhusyuan ketika sholat?

Bagaimana Allah memberikanmu pemberian yang istimewa yaitu kekhususan dalam shalat.. Sedangkan di hp ada jutaan hal-hal yang kotor, jutaan foto haram, ribuan ghibah, ratusan adu domba, puluhan hoax, jutaan fulan atau fulanah yang engkau hubungi?

Apakah Allah akan memberikan kita khusyu?

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang” (Al-Muthafifin : 1)

Bagaimana kita meminta hak kepada Allah?

“Kita sering dan banyak berdo’a, ya Allah khusyukan Aku, beri aku rezeki, beri pekerjaan, perbaiki pasanganku dan keluargaku, mudahkanlah urusanku.”

Akan tetapi ya Allah tak ada hak untuk-Mu. Shalat sering menguap, sholat shubuh suka lewat, dhuhur, ashar, magribh, hingga isya.. Semua seakan terlewat begitu saja, Al-Qur’an jarang dibaca, merasa banyak amal karena telah men-share yang baik-baik di social media, menuntut ilmu agama juga rasanya sudah cukup dengan internet dan video ustadz tanpa datang ke kajian ilmu. Sungguh, diri kita terlalu sibuk dengan handphone hingga kita lalai dan menjadi hamba yang tak tahu diri!

Kita mengambil hak kita. Akan tetapi hak Allah tak ditunaikan. Bukankah ini sebuah kecurangan??

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk lain, mereka mengurangi” (Al-Muthaffifin : 1-3)

Tulisan ini semoga menjadi pengingat untuk sesama. Khususnya teguran untuk diri sendiri yang menuliskan. Artikel ini juga ditulis dengan sebagian apa yang Syeikh Az-Zahrani katakan lewat video youtube berikut:

 

Semoga bisa menjadi bahan perenungan untuk kita semua untuk menggunakan handphone dengan lebih baik, agar di hari pertanggung jawaban nanti tidak menyulitkan. Untuk apa kau habiskan masa mudamu? Untuk apa kau habiskan waktumu?

“Aku main Handphone, whatsapp-an, dan update status terus lewat Facebook, Twitter, Path, Instagram, sama Snapchat setiap harinya ya Allah..!” Sungguh malu untuk menjawab jawaban semacam itu di hadapan Allah. Semoga waktu-waktu yang berharga kita bisa terpakai untuk hal-hal yang ada harganya di sisi Allah!

Barakallahu Fiikum sudah membaca hingga akhir..! Sering-sering baca Qur’an dan baca kitab yaa, daripada baca pesan di handphone. Mohon maaf juga Indah tidak terlalu sering menulis di sini, mengingat banyak sekali hal yang perlu dipertimbangkan ketika menulis satu artikel saja. Mulai sekarang, yuk coba latihan meng-hisab diri.. Sebelum dihisab beneran!

Salam manis yang paling manis selalu,
Indah Fatma

About the author

Indah Fatmawati

Tagged with: , , , , , , , ,

Leave a reply

Like This Yo!