Sahabat ingat dan sahabat tahu? Tentang satu riwayat tentang khalifah Umar dari Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulum Al-Din. Tahukah engkau? Oke, Indah akan ceritakan. Sebelumnya mungkin sahabat akan bingung dengan ini. Apa maksud dari judulnya sih? Nah Indah akan jelaskan di sini.
Allah itu menyuruh hamba-Nya. Menyuruh para khalifah di bumi untuk menegakkan amar ma‘ruf nahi munkar. Ya, menegakkan yang baik dan memusnahkan yang buruk. Betul tidak? Nah, Indah berharap di Indonesia ini bisa mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar ini. Indah akan ceritakan tentang riwayat ini.
Pada saat itu, Khlifah Umar sedang berjalan-jaln di Kota Madinah. Sampai beliau ke sudut kota. Beliau mencurigai salah satu rumah sedang berbuat maksiat. Tapi rumah itu sangat tertutup rapat. Maka ia (Khalifah Umar) masuk rumah itu lewat atap. Ternyata benar yang diduganya.
Akhirnya, Umar menghentikannya dan menangkap pemilik rumah tersebut. Tapi anehnya sang pelaku malah tidak terima dengan cara Umar dan dengan ketetapan Khalifah Umar. Pelaku itu memang mengaku dan ia telah berbuat dosa.
Tapi, ia tak terima karena khalifah Umar telah melanggar 3 perintah Allah. Sahabat tahu apa? Indah akan uraikan di sini.
1. Karena khalifah Umar telah memata-matai (ber-tajassus)
2.Memasuki rumah orang lain tidak lewat pintu malah lewat atap. Dan masuk tanpa izin pemilik rumah. (QS 2 : 89)
3. Tidak mengucapkan salam saat ke rumah orang (QS 24: 27)
Nah, setelah si pelaku ini merujukkan pada alasan-alasan ini. Akhirnya pun Khalifah Umar sadar dengan dirinya. Dan hukuman pun dia bebas dari hukuman atau ibarat kata jaman sekarang adalah hukumannya di “cancel”. Akhirnya pun khalifah Umar melepaskan pelaku itu dan menyruhnya untuk bertobat. Inilah akhir dari riwayatnya.
Mengerti tidak maksudnya? Maksud ridwayatnya? Sebenarnya sederhana saja yang akan Indah bicarakan ini. Menegakkan nahi Munkar tapi dengan yang Munkar. Apa itu? Singkat saja. Yang Indah bicarakan tentang “FPI“. Ehem, tahu dong ya dong? Pasti tahu! Ini adalah sebuah forum. Forumnya bukan di luar negeri kok. Forumnya malah seagama dengan kita. Ya. FPI.
FPI, FPI, dan FPI. Kepanjangannya adalah Fron Pembela Islam. Indah emang masih anak kecil. Enggak enggak lazim buat bahas ini. Tapi sungguh, Indah yang lihat saja suka teriris-iris hatinya gara-gara lihat aksi-aksinya. Kalau Indah enggak tahu, mungkin Indah enggak akan membahas topik tentang ini. Tapi yang jelas. Indah mau bahas ini.
Sahabat, selama ini jika kita lihat di televisi-televisi. Waktu itu Indah pernah lihat. Aksinya sangat sering terjadi saat bulan Ramadhan atau bulan di mana lagi rame-remanya demo. Indah akan beri contoh satu aksinya. Yaitu, saat bulan Ramadhan. Tak sengaja Indah menyalakan televisi. Dan Indah lihat berita. Ya, isi beritanya adalah “FPI Merusak Sebuah Warteg!”
Ya, Itu judulnya. Dari judulnya pasti sudah mengundang pikiran yang “NEGATIF” di mata masyarat. Orang FPI itu memakai cadar. Seingat Indha laki-laki semua. Alasan mereka merusak warteg karena kata mereka, warteg dan para pelanggannya tidak menghargai orang yang berpuasa. Seharusnya para pelanggang atau komsumernya tidak makan di warteg. Dan warteg seharusnya tutup!, itu yang Indah ingat waktu menyaksikan berita saat bulan puasa.
Kalau sahabat yang lihat sendiri. Rasanya, itu enggak lazim juga untuk sebuah aksi “PEMBELA ISLAM”. Betul tidak? Padahal islam enggak ngajari manusia untuk berbuat yang munkar kan? Islam enggak ajarin kita berantem kan? Enggak ngajarin kita merusakkan? Enggak ngajarin kita rasa dengki kan? Enggak ajarin kita untuk tidak bersikap sopan bukan?
Hanya ada satu jawaban. Yang tak usah engkau pikir pajang-panjang lagi. Jawabannya “YA”. Islam mengajarkan kita untuk bverbuat baik, sopan, tertib, disiplin, dan lemah lembut. Kita dalam hidup ini butuh agama islam. Kenapa? Karena agama islam menunjukkan kepada kita maslahat-maslahat yang menjauhkan dari hal-hal yang menjauhkan dari kemungkaran dan mendekatkan kita kepada Rabb.
Sadar atau tidak. Mengapa para anggota FPI bisa seperti itu? Indah akan uaraikan dan jelaskan.
Sejatinya, mereka menyakini dengan bersih keras dengan satu hadits ini:
“Sesiapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah mengubah dengan tangan. Jika tidak mampu, maka dengan lisan, jika tidak mampu juga, maka dengan hati. Yang terakhir ibulah selemah-lemahnya iman”
Bisa ambil definnisnya. “Jika melihat kemungkaran hendalak mengubah dengan TANGAN” berita yang Indah sampaikan tadi salah satunya itu. Inilah mengapa alasan para ulama-ulama yang boleh kita bilang “ikut mendukung” aksi FPI ini. Padahal, jika kita lihat sebenarnya adalah banyak mudhorot yang mereka peroleh.
Padahal, banyak masyakarat yang merasakan resah dengan aksi FPI ini. Malah banyak masyakarat yang berdemo dengan tema “Pemerintah harus bubarkan FPI” atau bahkan ada yang menyebutkan bahwa kepanjangannya FPI itu Fron Pembela Iblis.
Haduh, haruskah kaum muslimin piecah seperti ini? Masalah mereka juga masalah kita sahabat!.
Memang sih. Kita harus mengeggakan Nahi Mungkar. Tapi bukan dengan hal-hal yang munkar. Ingat enggak sih? Dulu Nabi saja menghabiskan 23 tahun untuk berdakwah. Tapi beliau sendiri membawa risalah-rsalah Allah tidak dengan yang munkar. Tidak dengan merusak lahankan? Tidak merusak kan? Malah beliau menyampaikannya dengan lemah lembut.
Nah, dari sinilah. Inti dari semua yang Indah bahas. Semoga kedepannya, semoga umat ini bisa menagakkan amar ma‘ruf nahi munkar.
Salam Hangat
Indah Fatmawati
Tagged with: Aksi FPI, FPI, menegakkan amar ma'ruf nahi munkar






