? Cerita Seorang Anak Tinggal di Kuburan Selama 17 Tahun | Indah Islam
8:37 pm - Tuesday June 27, 2017

Kisah Pemuda Tinggal Di Kuburan Selama 17 Tahun

Monday, 18 June 2012, 9:22 | Artikel Islam | 10 Comments | 9307 Views
by Indah Fatmawati

Mungkin ada sahabat yang mengira, bahwa kisah ini tentang seorang yang tinggal di dekat kuburan. Tapi, faktanya enggak. Sama sekali tidak. Oke, Indah akan ceritakan secara ringkasnya. Mungkin sahabat juga enggak akan percaya. “Ah, bagaimana mungkin bisa tinggal selama 17 tahun di kuburan? Tapi, nyatanya ini memang terjadi.

Seorang pemuda ini lahir ddari keluarga yang berada. Orang tuanya termasuk orang yang terpandang dan memiliki kekayaan yang belimpah ruah. Kalau dilihat dari pandangan masyarakat, kedua orang ini adalah orang tua yang sempurna. Namun, orang hanya bisa menilai dari apa yang tampak. Orang-orang tak tahu bahwa kedua orang tua terpandang inilah yang memasukkan anaknya ke dalam kuburan selama 17 tahun.

Setiap harinya, anak itu makan, minum dan tidur di dalam kuburan tersebut. Sang anak hanya bisa menjalani apa yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Tanpa perlawanan sedikit pun. Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17 tahun.Orang tuanya pun berjanji akan mengabulkan apa pun yang diminta dari si pemuda tersebut yang akan berusia 17 tahun.

Sang pemuda berfikir, mungkin inilah saat bagi dirinya untuk mengajukan permintaan kepada orang tuanya. Ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan itu. Tapi apakah orang tuanya mau benar-benar mengabulkan pemintaanya? Hari saat ia berulang tahun di usianya yang ke-17. Kedua orang tua datang menghampiri dan menanyai apa yang diinginkan oleh putranya.

Sang pemuda yang berusia 17 tahun itu berkata pada kedua orang tuanya, “Ayah, Ibu.. Saya tidak meminta banyak, saya hanya meminta satu hal saja.”

“Apa Nak? Katakanlah, Ayah dan ibu pasti akan mengabulkannya”

“Ayah dan Ibu berjanji?”

“Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi permintaanmu, selama kami mampu.”

“Ayah. Ibu. saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan”

“Apa? Apa maksud permintaanmu itu, Nak?”

“Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku, dan hanya itu permohonanku, Yah.”

“Iya, Nak. Ayah sudah berjanji.. tapi. tap..  Ayah tidak mengerti apa maksudmu, Nak.”

“Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tidak seharipun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Al- Quran. Sedangkan Rasululloh pernah mengatakan bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Quran di dalamnya adalah seperti kuburan. Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Ayah.”

Ayah dan Ibu  pemuda itu pun terdiam.

“Ayah dan Ibu bahkan tidak pernah mengajariku bagaimana membaca Alquran. Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai istana. Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasululloh, rumah ini seperti kuburan. Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaanku, tolong Yah.. Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan aku sudah tinggali ini selama 17 tahun. Ayah, ajarilah aku membaca Al-Qur’an, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Alquran.”

Ini adalah renungan. Di manakah kalian selama ini makan, minum, tidur dan menetap? di rumahkah? di kos kah? di kontrakan kah? atau kah di kuburan?

karena Rasulullah mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya,

seperti kuburan!

Jadi, di manakah sebenarnya sahabat tinggal saat ini? Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat. Silakan di-share untuk temanmu,

sahabatmu, keluargamu, atau bahkan orang yang tidak sahabat kenal sekalipun.

Jika mereka tergerak hatinya untuk menghidupkan Al-Qur’an di tempat tinggalnya setelah membaca artikel yang sahabat share (bagi), maka semoga sahabat juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu wa taala.

So, jadi sering-sering mengaji ya Sahabat!

🙂
Salam Hangat dariku
Indah Fatmawati

 

About the author

Indah Fatmawati

Tagged with: , , ,

10 responses to "Kisah Pemuda Tinggal Di Kuburan Selama 17 Tahun"

  1. […] Kisah Pemuda Tinggal Di Kuburan Selama 17 Tahun by indahee […]

  2. rizqi says:

    assalamu’alaikum…subhanallah…
    ane izin share ya ukhty

  3. ridwan says:

    serem amat ceritanya ndah…

  4. Cyrel says:

    saya sangat peyrcaa bahwa perjalanan melintasi waktu bisa terjadi ke masa lalu, tanpa merubah sejarah. kalau ke masa depan tidak bisa.jika manusia meramalkan tentang kejadian masa depan oke.

Leave a reply

Like This Yo!