? Kenapa Marah Sih? | Indah Islam
3:08 pm - Tuesday October 19, 9649

Kenapa Harus Marah?

Thursday, 8 September 2016, 14:08 | Artikel Islam | 3 Comments | 1340 Views
by Indah Fatmawati

marah

Dimarahi, entah siapa yang memarahi dan apapun persoalannya. Siapa yang suka? Harus menjadi seorang pendengar dari ocehan orang yang sedang marah itu, bahkan rasanya kita adalah orang yang paling salah di hadapannya. Hh, sekali lagi, siapa yang senang dimarahi? Bahkan anak kecil pun, akan berkata ia benci dengan orang tuanya ketika marah. Atau mungkin ia akan mengeluh tentang kakaknya.. “Abang orangnya galak, serem, aku gak berani”

Sejak kecil, mungkin saya tergolong sebagai orang yang punya persepsi, bahwa marah itu hal yang wajar. Orang galak itu, ahh.. Sangat mudah ditemukan. Sampai-sampai saya merasa kalau marah itu perlu. Karena dengan marah, orang akan takut kepada diri kita dan tidak akan berlaku sewenang-wenang. Aih, siapa yang sependapat?

Ini terbukti dengan guru yang killer, kakak yang galak, atau mungkin pak ogah yang baretin mobil kalau gak dikasih uang. #eh -__-” #ItuHoror. Hehe

Tapi, itu duluu.. Mari memperbaiki diri dan mencoba untuk terus bersabar karna sabar tak ada batasnya! Dua minggu yang lalu, saya belajar mengenai marah dan rasanya tidak afdol kalau pelajarannya enggak dibagi-bagi. Kali ini, tentang kisah yang mengesankan lagi.

Jadi waktu dulu, ada tukang marahin anaknya. Tahukan kalau orang tukang marah, galak gitu.. Rasanya yahh, semua hewan yang ada di Ragunan keluar semua! Mana rambutnya kribo lagi, Ckckck..

Dan pak Salim pun melanjutkan ceritanya tentang ayahnya…

“Pak, tadi saya lewat situ, saya lihat bapak marahin anaknya ya ?”, tanya ayah pak Salim.

“Wa, Iya tadi anak itu nakal..”, kata orang tua yang memarahi anaknya.

“Iya, biasa pak.. Tapi pak, bapak lebih suci dari nabi Musa?”

“Enggak”

“Anak bapak lebih durhaka dari Fir’aun ga?”

“Enggak”

“Bapak tahu isi hati anak bapak?”

“Enggak..”

“Tuh Pak, Allah saja tahu Fir’aun tidak akan bertobat. Tapi Allah masih punya harapan bukan?”

Mari, kita kembali melihat surat Thoha ayat 43-44

اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى. فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
“Pergilah kamu berdua (wahaiMusa dan Harun) kepada Fir’aun, Sesungguhnya dia Telah melampaui batas; Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (QS.Thaha 20:43-44).

Jadi walaupun kita berilmu kita dipercaya, tapi kalau tidak lembut disampaikannya. Tetap tidak diterima kan amanah tersebut? Ayat-ayat itu ternyata menyimpan pesan yang amat dalam. Tentang berkomunikasi dari hati ke hati.. Nyatanya, hati manusia itu memang lembut dan dapat dihimbau dengan kelembutan juga. Bukan dengan kemarahan, bentakan, ataupun emosi yang meluap-luap.

Pun.. Siapa yang suka dimarahi? Ketika salah pun.. Bukan dimarahi, bukan dibentak, bukan juga disalah-salahkan.. Tapi dibenarkan dengan cara yang baik dan benar. Ayat ini juga menyimpan pesan agar kita menjadi pribadi yang lembut.

Karenanya, mari kita sama-sama belajar. Jadi kenapa harus dengan marah? Bukankah Allah itu menolong orang-orang yang sabar? 🙂 Jangan marah, jangan jadi galak.. Dunia ini akan terasa lebih damai dengan adanya orang-orang yang mau berlapang hati dan punya kesabaran dan menyadari, bahwa sabar tak ada batasnya.

Semoga bermanfaat ya.. Tulisan di malam hari ini.

Wallahu A’lam.

 

Salam Manis,
Indah Fatma

About the author

Indah Fatmawati

Tagged with: , , , , , ,

3 responses to "Kenapa Harus Marah?"

  1. […] NEWS FLASH: 14:08 – Kenapa Harus Marah? […]

  2. Jayatrans says:

    ijin bookmark ya rekan, artikel bagus

Leave a reply

Like This Yo!