? Ini Dia Pantai Sawarna Banten, Indonesia (Tafakur Alam yang Indah) Part 1 | Indah Islam
7:52 pm - Tuesday September 30, 2014

Ini Dia Pantai Sawarna Banten, Indonesia (Tafakur Alam yang Indah) Part 1

Thursday, 4 October 2012, 14:00 | Seputar Kami | 0 Comment | 1256 Views
by Indah Fatmawati

Sebuah hal yang patut disyukuri oleh diri Saya pribadi bisa diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa pergi berkunjung ke Pantai Sawarna di banten. Dengan izin-Nya dan kemudahan dari-Nya, Saya bisa bertafakur alam di Desa Sawarna ini.

Oke, kita mulai ceritanya..

Pada tanggal 5 Syawal 1433 H/ 23 Agustus 2012 saat ba’da ashar Indah dan keluarga kecuali Kakak pertama (tidak ikut , karena cinta sama pekerjaannya -tidak mau bolos ngantor-)  Kami pergi ke Boggor dahulu buat jemput sepupu. Namanya Syifa dan Arsyi. Nah, barulah jam 5 kami perangkat dengan tujuan Pantai Sawarna

Perjalanan cukup jauh dan bergejolak, tajam, curam, dan landai, semua jadi satu paket. Ditambah lagi dengan nyanyian Ada Band yang sedang dinyanyikan Syifa,

“ kita lewati jalan yang berliku tajam.., pas kan ya lagunya sama sekarang yang dirasain. Nih jalannya berliku tajam juga” , begitulah kata Syifa. Kami hanya tertawa saja. Memang yang dikatakan Syifa itu benar. Kamu juga melewati gunung, hutan, dan banyak lagi, dan itu pun dutempuh saat malam hari. Masih ada sekitar 80 km dari pelabuhan ratu. huahh, perjalanan yang panjang tapi akhirnya sampai di Desa Sawarna.  Sampai pada jam 12-an.

Oke, tengah malam dan penginapan pun bingung untuk memilihnya dan repot. Karena sudah malam. Kami mutar-muter cari penginapan di Desa Sawarna. Mau tahu penginapan di sana?

Semuanya macem-macem. Biasanya dihitung dengan per kepala. Tarifnya 1 kepala bisa Rp 50.000-60.000/kepala. Mau murah? kepalanya dipotong aja :D Whehe. Itu hanya penginapan tanpa makan. Kalau pake makan itu, Rp 110.000-140.000/kepala. Bisa juga pesan kamarnya aja. Ratusan ribu deh pokoknya. Tapi, kalau mau hemat lagi.. Bawa makan sendiri. Tidurnya bawa tenda lalu pasang di dekat area pantai. Mungkin, ada yang bertanya-tanya.. Lalu Indah tidur di mana?

Karena hari sudah gelap, jika ke penginapan juga harus melewati jembatan, dan karena penginapan lumayan mahal (kalau harus hitung/kepalanya). Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya-tanya saja sampai dapat yang murah dan benar-benar tidak ada. Kami bisa-bisa tidur di mobil.

Tapi, karena ada Allah beserta para malaikat. Allah berkehendak untuk dimudahkan saat malam hari itu. Ayahku turun dari mobil karena melihat seorang lelaki, berkumis sedang menonton bola di suatu rumah yang sedang terbuka pintunya. Nah disitulah Ayahku bertanya-tanya. Tapi karena Ayah bisanya boso Jowo. Akhirnya percakapan dialihkan oleh Ibuku yang bisa basa Sunda.

Sesaat, lelaki berkumis itu mengetuk pintu rumah di sebelahnya. Dan tiba-tiba keluarlah dari rumah itu seorang perempuan yang menghampiri ibuku. Setelah mengobrol dengan Basa Sunda.

“Aya penginapan?”

“Emang teh kenapa penginapan yang lainna?”

“Penginapan teh udah pada tutupan, susah nyarina”

“Oh, udah atuh teh nginap di sini”

“Nuhun, Boleh? Sabaraha?”

“Udah atuh teh, tiasa bayar. Ini teh imah kepala desa”

Orang Sunda teh pasti ngerti atuh ya? Jadi, akhir ceritanya… Kami menginap di imah (red: rumah) Kepala Desa atau disingkat pak Kades. Tapi pak Kades ini gak punya anak yang namanya Surti yang lagi remaja lho (ngutip, lagu lama).Alhamdulillah, dimudahkan sam Allah diberikan tempat untuk tidur. Akhirnya kami disediakan satu kamar dengan kasur dan juga kamar mandi dalam. :)

Together We build a Village

Nah, bapak kadesnya namanya Bpk. Alex Suhanda, S.Ip (Mohon maaf jika ada kesalahan nama dan gelar) :D Oke, Indah tidak bertemu dengan bapak kepala desa. Karena bapak kades sedang pergi ke Jakarta. (Yah pak. Saya tinggal ke Jakarta perginya ke Sawarna. Bapak malah sebaliknya). Saya ketemu dengan istrinya saja. Makasih ya bu kades! :)

Nah, yang diatas itu rumahnya bapak kades.

Sudah ya kita lanjut ke jalan kita ke pantai! Habis shubuh dan beres-beres kami berangkat. Kami langsung menuju pantai Sawarna. Waktu pamit sama ibu kades. Eh, ibu kadesnya bilang begini

“Yah, kok langsung pergi? Gak nginep lagi? Yah, jadi enggak disediain ikan bakar, cumi bakar deh malamnya. Nginep lagi atuh..”, begitulah katanya. Kurang lebihnya

Waktu dengarnya sih.. Sebenarnya mauuuuu banget deh, makan ikan bakar rame-rame. Tapi karena waktu tak memungkinkan lagi. Akhirnya kami langsung pamitan :( Tapi, Indah ucapkan terimakasih banyak kepada ibu kades beserta bapak kades. Semoga sukses, baik-baik, dan sehat-sehat aja! Jazzakallah

Nah, ternyata untuk ke pantai tidak bisa untuk ditempuh oleh mobil kita harus melewati jembatan gantung dan bukit, baru pantai.. Haduh, berasa jadi Dora The Explorer deh pokoknya!!

Mau tahu enggak? Pantai dan jalannya? Oke, tunggu lusa lagi untuk postingan (part 2) nya yaah!  di link ini –> Ini Dia Pantai Sawarna Banten, Indonesia (Tafakur Alam yang Indah) Part 2

*belum bisa salam, soalnya belum selesai*

About the author

Indah Fatmawati Hanya seorang anak kecil yang dilahirkan ke dunia untuk ditugaskan beribadah kepada-Nya dan mencari keridhaan-Nya. Agar dapat kembali pulang ke kampung halaman. Dan aku berharap, dengan adanya website ini orang-orang bisa semakin menganal islam lebih dalam. Dan memberikan citra islam yang baik. Bahwa kami ini bersatu dan satu. Merubah pandangan orang-orang bahwa sebenarnya ini agama Allah azza wa jala yang risalahnya datang dari tujuh lapis langit.

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a reply

Like This Yo!

Links:louboutin pas cherlouboutin soldesLouboutin Pas CherLouboutin FemmeLongchamp Pas Chercanada goose pas cherGiuseppe Zanotti Hommelouboutin homme