? Kamu Islam Aliran apa? | Indah Islam
7:19 pm - Wednesday August 16, 2017

“Indah, Aliran Apa?”

Monday, 21 March 2016, 8:02 | Hukum Islam | 2 Comments | 1282 Views
by Indah Fatmawati

kamu aliran apa

Satu pertanyaan yang sepertinya sangat-sangat sensitif buat dibahas apalagi ditanyakan bagi beberapa orang mendengarnya. Bahkan, pertanyaan ini patut dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum ditanya oleh si penanya.

“Hmm.. Indah aliran apa ya? Mazhab apa ya?”

Kenapa pertanyaan ini sensitif? Seperti halnya bertanya tentang identitas yang sifatnya emang sensitif. Bahkan lebih-lebih sensitif dibanding ditanya tentang usia. Ckckck.. Sungguh zaman ini ada-ada saja.

Pernah ketika itu, Indah melihat seorang ustadz menggeleng-gelengkan kepala di hadapanku dan berkata, “Ma Syaa Allah Nak, hati-hati kamu nak.. Sekarang banyak sekali golongan-golongan, yang ini dan ini dan blablabla..”, ustadz itu pun menjelaskan dan akhirnya berujung malah mempromosikan golongannya sendiri.

Etttss.. Terus-terus? Indah itu aliran apa? Mazhab apa?

aliran listrik aliran agama

Hello, Bapak dan Ibu saya juga enggak pernah kerja di PLN, Aliran listrik kali :3

Sebagai seorang muslim, seharusnya kita tuh ya enggak perlu ribet pusing jawab pertanyaan macam ini. Atau bahkan menjadi sensitif ketika ditanya tentang hal ini. Atau enggak perlu heboh-heboh bawa-bawa nama orang atau organisasi apapun.

Sahabatku, bukankah Allah dan Rasul-Nya telah meninggalkan wasiat kepada kita?

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah tinggalkan untukmu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya. (Yaitu) Kitab Allah dan SunnahRasul-Nya”. [Hadits shahih lighairihi, HR Malik; Al Hakim; Al Baihaqi; Ibnu Nashr; Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim Al Hilali di dalam At Ta’zhim Wal Minnah Fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13].

Ya jadi sahabatku, jawab saja.. Bahwa Al-Qur’an dan Sunnah adalah mazhab kita.
Lho, Ndah? Terus kamu bukan mazhab Imam syafi’i gitu? Secara orang Indonesia itu kebanyakan menganut pada pendapat imam Syafi’i.

Eits, Imam syafi’i ajah, bilang begini kok:

كُلُّ حَدِيثٍ عَنِ النَّبِيِّ  فَهُوَ قَوْلِي وَإِنْ لَمْ تَسْمَعُوهُ مِنيِّ

Setiap hadits yang diucapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka itulah pendapatku meski kalian tak mendengarnya dariku.” (Siyar A’laamin Nubala’, 10: 35)

 

إِذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَهُوَ مَذْهَبِي وَإِذَا صَحَّ الْحَدِيْثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ

Kalau ada hadits shahih, maka itulah mazhabku, dan kalau ada hadits shahih maka campakkanlah pendapatku ke (balik) tembok.(Siyar A’laamin Nubala’, 10: 35.)

Terus kalau mazhab imam yang lain gimana Ndah? Eleh-eleh.. Para imam pun, mengatakan seperti ini:

Imam Abu Hanifah (Imam Mazhab Hanafi)

“Jika aku mengatakan suatu perkataan yang bertentangan dengan kitab Allah ta’ala dan kabar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tinggalkanlah perkataanku.” (Al-Fulani di dalam Al- lqazh, hal. 50)

Imam Malik (Imam Mazhab Maliki)

“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang kadang salah dan kadang benar. Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah, maka ambillah. Dan setiap yang tidak sesuai dengan Al Kitab dan Sunnah, maka tinggalkanlah.” (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Jami’, 2/32)

Imam Ahmad bin Hanbal (Imam Mazhab Hambali)

“Barang siapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sesungguhnya ia telah berada di tepi jurang kehancuran. ” (Ibnul Jauzi, 182).

Selengkapnya baca di sini dan di sini aja 🙂

agama dalam islam mazhab

So, guys, masih bingung elo aliran apa? Apa bingung elo mazhab apa? Ehem2.. Ada yang takut tersesat ya? Iya, saya tahu rasanya. Begitu banyak golongan ini dan itu yang membuat kita kebingungan harus ikut apa dan mengikuti siapa dan memilih yang mana. Yap, memang begitulah sesuatu yang menjadi Sunnatullah, karena akan ada masa di mana semua golongan akan bangga dengan golongannya sendiri. Bahkan akan kamu temui banyak perbedaan dan perdebatan dalam agama ini.

Tapi jangan sampai engkau anggap bahwa perbedaan adalah rahmat. Karena itu sama saja memberikan arti bahwa menganggap bahwa persatuan adalah laknat. Begitu banyak golongan ini dan itu, tapi saya perlu akui, bahwa ukhuwah itu penting dan persatuan itu penting.

Tapi kita wajib bersatu dalam satu tauhid, mengesakan Allah. Kita juga bersatu, tapi bersatu dalam kebenaran. Kenapa? Karena, bukankah para Nabi dan Rasul Allah itu datang untuk menunjukkan kebenaran dan yang mana kebatilan?

Bahkan mungkin, ada golongan yang memang mengambil dalil dari Qur’an dan Sunnah.. Ya, memang mungkin sama dalil yang digunakan, tapi yang perlu diingat.. Apakah cara pemahaman dalilnya sama? Itulah euforia yang terjadi. Untuk pembahasan ini, Indah akan bahas dalam artikel  selanjutnya!

Mungkin, Sunnah dan Qur’an kita satu, tapi pemahaman kita mungkin saja berbeda.

So guys, bingung aliran apa?
Ya, aliran yang lurus-lurus aja yang mengantarkan kita ke Surga-Nya yang nikmatnya tidak pernah terbayang oleh pikiran manusia.. Jangan sampe aliran listrik PLN yang bisa bikin kamu kesetrum 😀 Hehe

aliran agama islam

عن أبي نجيح العرباض بن سارية رضي الله عنه قال وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم موعظة وجلت منها القلوب وذرفت منها العيون فقلنا يا رسول الله كأنها موعظة مودع فأوصنا قال أوصيكم بتقوى الله عز وجل والسمع والطاعة وإن تأمر عليكم عبد فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين من بعدي عضوا عليها بالنواجذ وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة

Dari Abi Nujaih ‘Irbadl bin Sariyyah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memberi pelajaran kepada kami sehingga hati kami takut kepadanya dan mata mencucurkan air mata.

Kami berkata : “Wahai Rasulullah, sepertinya pelajaran ini adalah pelajaran orang yang akan berpisah ? Oleh karena itu, berilah kami nasihat”.

Beliau bersabda : “Aku wasiatkan hendaklah kalian bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat kendati kalian diperintah oleh seorang budak, karena orang-orang yang hidup (sepeninggalku) dari kalian akan melihat pertentangan yang banyak. Maka, hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khulafaur-rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Gigit (pegang erat) sunnah tersebut dengan gigi geraham. Tinggalkanlah hal-hal yang baru, karena setiap bid’ah adalah sesat”

[Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4607; At-Tirmidzi no. 2676; Ahmad 4/126-127; Ad-Darimi 1/44; Ibnu Majah no. 43,44; Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah no. 27; Ath-Thahawi dalam Syarh Musykilil-Atsar 2/69; Al-Baghawi no. 102; Al-Aajurriy dalam Asy-Syari’ah hal. 46; Al-Baihaqi 6/541; Al-Lalika’i dalam Syarh Ushulil-I’tiqad no. 81; Al-Marwadzi dalam As-Sunnah no. 69-72; Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah5/220, 10/115; dan Al-Hakim 1/95-97. Hadits tersebut berkualitas shahih].

Jadi, salam manis aja ya,
Gak usah sibuk, nanya-nanya aliran apaan

Indah F

About the author

Indah Fatmawati

Tagged with: , , , ,

2 responses to "“Indah, Aliran Apa?”"

  1. riska says:

    Assalammualaikum indah, apa kabar …^^

Leave a reply

Like This Yo!