? #Catatan Pelajar SMA: Ada yang Harus Direvisi | Indah Islam
3:08 pm - Friday October 19, 9866

#Catatan Pelajar SMA: Ada yang Harus Direvisi

Thursday, 29 December 2016, 11:20 | Artikel Islam | 0 Comment | 574 Views
by Indah Fatmawati

cerita yang berkesan

Sudah lama tidak membuat jari jemari ini untuk menari di atas papan keyboard leptop. Banyak hal yang telah terjadi di bulan Desember ini. Layaknya ini, seorang siswi pelajar yang berada di tingkat akhir bangku SMA. Seperti sudah menjadi tradisi, anak SMA selalu ditanya tentang studi lanjutannya. Bahkan fenomena-fenomena yang aku anggap “menyedihkan” tentang bagaimana para pelajar sekarang ini dimotivasi untuk belajar yang giat dengan kata-kata yang menyihir yang kurang lebih seperti ini:

“Belajar yang bener, biar dapet perkejaan yang bagus terus jadi orang kaya”

“Hidup di Jakarta semakin susah Ndah, kalau bisa kamu cari pekerjaan yang gajinya gede atau ke luar negeri aja sekalian”

“Yang pinter di sekolah ya, biar nanti kamu hidupnya gak susah”

“Masuk sekolah di sini aja, biar nanti gampang nyari kerja”

“Yang pinterr… IPK yang tinggi ya, supaya diterima kerjanya gampang”

Wallahi, sejak kapan Rasulullah mengajarkan kita untuk giat belajar dengan niat utamanya mencari kekayaan dan dunia? Bahkan yang Rasulullah wariskan pada kita bukanlah dinar dan dirham. Pun iblis dan bala tentaranya tidak pernah mencuri harta atau uang-uang yang kita miliki, tapi iblis dan bala tentaranya mencoba untuk mencuri keimanan kita karena mereka tahu.. Yang malah itu bukan uang ataupun harta yang dimiliki tapi yang mahal itu keimanan dan ketaqwaan setiap hamba-Nya yang soleh.

Pernah ada yang bertanya padaku,

“Nyesel gak sih belajar? Toh kalau kerja kita gak pakai pelajar macam ini”

Sebenarnya pikiranku seperti melayang ketika pertanyaan itu ditanyakan.  Nyatanya orang-orang yang punya banyak harta seperti Stve Jobs, Bob Sadino, Bill Gates, para artis, ataupun pengusaha-pengusaha yang kalau bisa dibilang mereka bukan murid-murid yang ranking satu di sekolah atau bahkan ada yang sampai di keluarkan karena banyak faktor.

Rasanya gak pantas kalau dibilang menyesal belajar. Karena harusnya kita tahu tujuan dan niat belajar itu sendiri. Tahukah kau, bahwa belajar akan memudahkan kita untuk berjalan menuju ke surga. Itu janji Allah yang pernah aku baca lewat hadits. Tapi tentunya, jalan yang mudah memerlukan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Intinya, dari belajar yang kita dalami apapun pelajarannya, dan bagaimanapun silih bergantinya kurikulum itu.. Jangan pernah sampai kita gadaikan niat benar kita ketika belajar. Jangan sampai esensi niat dari belajar kimia, fisika, ataupun biologi membuat kita justru ujub dan berniat agar menjadi insinyur tehnik yang akan mendapatkan banyak uang, dipuji banyak orang dan terkenal.

Ketika kita tidak mendapatkan cita-cita yang indah tentang itu semua, jangan salahkan siapapun. Karena mungkin ada yang perlu diperbaiki dari sisi niat kita belajar. Mau itu jadi rezekimu ataupun tidak.. Itu juga menjadi bagian dari takdir Allah.

Berapa banyak pemuda-pemudi yang stress ataupun sampai mengurung dirinya karena cita-cita dunianya tidak tercapai? Karena orientasi belajar itu sendiri hanya dunia. Bahkan mereka rela menggadaikan suatu hal yang bisa memudahkan mereka untuk masuk ke surga, namun.. Semua mereka gadaikan dengan cita-cita dunia. Belajar biar bisa diterima di perusahaan yang multi-nasional, dinasnya ke luar negeri, dapaet gajinya gede, hidupnya enak, rumahnya besar.. Ketika mereka tidak mendapatkan itu, angan-angan panjang mereka. Rasanya itu akhir dari segalanya dan merasa dunia itu tidak adil dan Tuhan gak jawab do’anya.

Sebagai penutup buat tulisan ini, ada pesan yang menarik buat dituliskan dari Ust. Oemar Mita, Semoga ini menjadi pengingat buat yang menulis juga. Untuk selalu membersihkan hati dan meluruskan niat.

“Nak, kamu sekolah. Apapun yang kamu pelajari, pahami ya. Itu adalah untuk menjadi jembatan kamu menjadi hamba-Nya Allah tidak menjadi hambanya dunia.

Kasian banget nak, kalau kamu belajar dari jam 7 sampai jam 1. Tetapi kamu ternyata hanya unutk mendapatkan pekerjaan di instansi perkantoran. Ya kamu dapet, tapi keletihan kamu dari SD, SMP, dan SMA gak akan pernah dihargai oleh Allah”

Semoga aja fenomena2 yang keseringan ituu enggak jadi sering lagi buat ditemukann. Biar gak sia2 yang selama ini dijalani. Faktanya, gak hanya UN yang harus direvisi, tapi hati kita jugaa 🙂 Semoga selalu ada kedamaian di hati-hati kita ketika belajar ya! Semangat buat teman-teman yang bentar lagi dibanjiri try out, UN, SBM, SNM, dan banyak hal. Tapi ingat,

Jangan buat… Amal kita selama ini sia-sia.

Love,
Indah F

About the author

Indah Fatmawati

Tagged with: , ,

Leave a reply

Like This Yo!