? Berpisah Karena Allah | Indah Islam
3:08 pm - Monday October 19, 9531

Berpisah Karena Allah

Monday, 5 May 2014, 1:12 | Hukum Islam | 1 Comment | 42026 Views
by Indah Fatmawati

berpisah karena allah

“Indah…” ucap temanku di sampingku. Sambil memegang pergelangan tanganku erat. Kepalanya menunduk di hadapanku.

“Kenapa?” tanyaku santai.

Kepalanya langsung naik dan matanya menatapku dengan tajam. Wajahnya serius dan masih memegang pegelangan tanganku.

“Kira-kira, Ms. Mus sedih enggak ya kalau murid-muridnya lanjut SMA bukan di sekolah ini lagi?”

“Kenapa harus sedih?” tanyaku lagi

“Ya kan, kita enggak lanjut SMA di sini. Mungkin kecewa gitu gara-gara kita enggak lanjut SMA di sini.” Ucapnya lagi

Indah hanya tersenyum mendengarnya. Kemudian tiba-tiba Indah teringat tentang sesuatu dan menjawab yang Fatimah tanyakan tadi.

“Fatimah, ingat Mr. Ari enggak? Yang ngajar Islamic Studies waktu kelas 7” ujarku. Dirinya pun menganggukkan kepala menandakan sangat ingat.

“Kamu ingatkan waktu Mr. Ari minta maaf di musholla dan bilang kalau dirinya mau pindah? Nah waktu itu, banyak yang nangis kan ya Fat?” ujarku lagi dan dirinya mengangguk.

“Terus ketika itu, Ms. Mus tanya ke aku.

‘Indah kok enggak nangis?’

‘Enggak Mis.. Terus kenapa Mis enggak nangis?’

Kemudian Ms. Mus jawab dengan tersenyum. ‘Kan kita berpisah karena Allah, kenapa harus sedih? Mungkin di tempat kerja yang baru Mr. Ari itu adalah tempat yang lebih baik ‘kan?’

Akhirnya semenjak itu, Indah ngerti kita gak perlu sedih kalau berpisah kayak begini. Kalau misalnya kita enggak lanjut di sini, aku yakin kok Ms. Mus enggak kecewa.. Mungkin di SMA kamu nanti yang kamu daftar, itu tempat yang terbaik buat kamu nanti”

—-

Obrolan kami tak selesai hingga disitu. Tapi sepertinya akan terlalu panjang jika harus menuliskannya lagi. Kemudian, tak lama kami naik ke lantai tiga untuk melaksanakan ujian Cambridge Checkpoint. Hh, masa-masa akhir semester di sini seperti gado-gado. Banyak hal! Tapi kalau dinikmati rasanya enak!

Tapi yang jelas dari Ms. Mus Indah belajar bagaimana untuk ikhlas melepaskan sesuatu. Karena ketika Indah dulu, rasanya itu bisa nangis berjam-jam atau memikirkan seseorang yang harus pergi dari lembar kehidupan begitu saja karena suatu alasan. Entah karena teman yang tidak satu sekolah lagi, guru yang pindah, teman yang harus pergi ke luar negeri untuk melanjutkan belajarnya, atau bahkan saudara yang meninggal.

Yang namanya berpisah dengan orang-orang yang sudah kita kenal dan kita sayangi itu rasanya menyedihkan. Menangis memang boleh. Tapi harus sewajarnya. Karena sesungguhnya perpisahan ini dikarekan Allah. Jangan bertanya, kenapa kita harus bertemu kalau pada akhirnya berpisah. Karena pada hakikatnya, disetiap pertemuan pasti ada perpisahannya.

Bukan berarti tidak ikhlas atau tidak rela ketika ada guru favorit atau guru yang kita sayangi harus pindah pekerjaan. Menangis memang boleh, karena siapa sih yang enggak sedih kalau berpisah? Tapi kita harus meng-ikhlaskannya walaupun sangat disayangkan harus pindah. Tapi kita harus berfikir positif. Karena bisa pekerjaan baru guru kita yang lebih baik untuknya, lantas kenapa harus berlarut-larut sedih atau bahkan kecewa?

Ketika kakek meninggal misalnya yang baru Indah alami. Rasanya itu sangat terpukul karena tahu kakek meninggal apalagi Nenekku. Beliau sampai tidak bisa tidur beberapa hari dan makan tidak teratur kemudian sekarang, tubuhnya semakin kurus.

Ya, siapa yang tak sedih kehilangan orang yang kita sayangi dan kita cintai? Apalagi, rasanya kita dekat sekali dengan orang itu. Itu rasanya seperti rumah yang kehilangan atapnya. Tapi bukan berarti kita harus berlarut-larut dalam kesedihan.

Kalau kita sedih mulu, kapan kita bisa bermanfaat buat orang lain? Karena itu adalah kehidupan, ada yang lahir ada pula yang meninggal. Karena pada hakikatnya yang bernyawa pasti akan mati. Jadi tak perlu kaget, karena malaikat pencabut nyawa datang kapan saja. Karena mungkin, Allah lebih cinta kepada kakek. Mungkin dengan beliau di sana, itu yang terbaik. Karena mungkin saja Allah sudah menyediakan tempat yang terbaik untuk beliau (aamiin).

Aku tahu, kehilangan seseorang itu rasanya sakit.. Tapi lebih sakit lagi ketika kita tidak bisa mengiklashkannya. Toh kita bukan siapa-siapa kan

Bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah..



Begitulah yang sering orang-orang katakan.

tentang perpisahan

Sincerely,
Indah F

About the author

Indah Fatmawati

Tagged with: , , , , , , ,

1 response to "Berpisah Karena Allah"

  1. Jayatrans says:

    Ijin share, artikel yg bagus…

Leave a reply

Like This Yo!