Tak ada yang tahu, kapan waktunya kita akan kembali menghadap Rabb kita. Dalam sehari 70x malaikat maut mengintai diri kita. Tapi kita tak akan tahu malaikat maut itu akan mencabut nyawa diri kita. Mungkin besok, mungkin 2 minggu lagi, mungkin juga detik ini. Tak ada yang tahu. Karena itu rahasia Illahi. Tapi, yang pasti kita akan merasakan mati.
“Setiap yang hidup akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cobaan; dan kepada Kamilah kamu akan kembali.” (Surah al-Anbiyak ayat 35)
Seandainya kita bisa melihat malaikat maut mengintai kita sebanyak 70 x dalam sehari dengan kasat mata seperti apa tingkah laku malaikat pengintai itu, niscaya kaki mereka akan lemas jika mengetahuinya.
Hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: “Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-ketawa. Maka berkata Izrail: ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa.’”
Jika takdirnya hingga esok hari terakhir Allah ‘pinjamkan’ nyawa untuk bernafas di muka bumi ini, apakah kita sudah cukup bekal menghadapi dua fase berikutnya? Yang Saya harapkan di bulan ini adalah agar muslim di penjurui dunia totalitas untuk mengisi bulan Ramadhan kali ini. Jangan pernah berfikir bahwa masih ada waktu tahun depan untuk mengisi Ramadhan. Karena belum tentu masih ada satu tahun kedepan untuk dirimu mengisi Ramadhan.
Karena kenyataany banyak orang islam yang memasuki Ramdhan tanpa rasa semangat, Sehingga selama Ramdhan ia menajadi lalai. Sebenarnya, ALlah masih sayang dengan kita. Kita masih diberi kesempatan untuk bisa memasuki dan mengisi bulan yang penuh dengan berkah dan rahmat darinya. Allah juga masih sayang dengan kita, karena Allah beri bulan khusus Ramadhan ini untuk ajang manusia berlomba-lomba meraih ridho-Nya dan ampunan darinya.
Bagi orang yang beriman dan nabi, Ramadhan menjadi sebuah bulan emas untuk meningkatkan ibadah kepada Allah. Bahkan sampai-sampai ada yang menangis ketika bulan Ramdhan akan berakhir. Karena mareka takut, mereka takut tidak akan mendapatkan Ramadhan untuk tahun depannya..
Ada Kita Seperti Mereka?!
Harap kita bisa mentotalitaskan ibadah dan mengisi Ramadhan kita dengan bersungguh-sungguh. Karena banyak hikmah puasa Ramadhan yang bisa kita ambil darinya dan mungkin saja tidak akan ada Ramadhan tahun depan untuk kita.
Salam Ramadhan
Indah Fatmawati
Tagged with: hikmah di bulan puasa, hikmah puasa, puasa ramadhan, ramadhan, totalitas dalam ramadhan






