? Ada Apa Ketika Menjadi Sie Dokumentasi, Potografer, Kameramen, lalu Mengupload Fotonya! | Indah Islam
3:31 am - Sunday April 20, 2014

Ada Apa Ketika Menjadi Sie Dokumentasi, Potografer, Kameramen, lalu Mengupload Fotonya!

Friday, 7 September 2012, 19:26 | Hukum Islam | 1 Comment | 1628 Views
by Indah Fatmawati

Satu hal yang membuat Saya merasa risih, takut, dan terbayang-bayang di pikiran. Mungkin postingan ini akan menumpahkan opini-opini serta pemikiran Indah yang sudah membendung di pikiran dan hati diri sendiri. Kita mulai tulisan ini secara satu persatu.

Sie Dokumentasi

Dulu, mungkin bahkan bukan dulu. Tapi tahun ini. Indah pernah diminta untuk menjadi Sie dokumentasi. Alias sesi dokumentasi. Yaitu, orang yang mengambil gambar atau memotret sebuah moment-moment yang penting. Dan kerja membawa kamera, memotret, mengedit, dan menguplode. Sehingga, sebuah kenangan itu seperti takkan mati. Karena semua terekam.

Mungkin, awalnya hanya inisiatif sendiri, kalau di sekolah SD ada moment-moment penting. Indah, walau tanpa suruhan ataupun perizinan #eh *ups. Selalu membawa kamera digital dari rumah. Ya, memang kamera digital yang ala kadarnya. Memang kalah sama kamera SLR itu. Tapi, rasanya kamera itu lebih mahal daripada SLR karena di kamera digital itu tersimpan banyak kenangan manis dan indah.

Memang sih, memotret itu menyenangkan. Apalagi orang yang dipotret menjadi senang dan tersenyum kepada kita. Tapi, untuk sekian kalinya. Indah.. Indah takut buat menjadi sie dokumentasi. Jangankan sia dokumentasi. Jadi role modelnya ataupun difoto saja sekarang enggak berani.

Ada alasan yang buat Indah takutkan di sini. yaitu, aurat.
Bagaimana jika orang yang kita potret itu ternyata terlihat auratnya? Bagaimana jika kita upload tapi orang yang difoto itu tidak menutup aurat? Saat kita upload ke internet misalnya, pasti banyak yang melihat bukan? (Tahan jawabanmu sampai di akhir postingan ini)

Potografer

Banyak orang yang mengaku, fotografer awalnya hanya hobi. Dan biasnaya seorang fotografer memakai kamera SLR yang harganya jutaan.

Indah, punya teman di salah satu situs di internet. Waktu lihat timelinenya.. Isinya itu foto-foto wanita yang tidak berjilbab. Dengan gaun. Dan itu, semua foto itu adalah ia yang memotretnya. Dan foto itu sedikit diedit kemudian di berkan nama orang yang memotretnya.

Tapi, yang dikhawatirkan adalah.. Bagaiamana jika objek atau role modelnya ada wanita? Seperti yang sudah banayk terjadi ini? Bagaimana jika auratnya terlihat? Bagaiamana jika kita upload fotonya yang terlihat auratnya menumbuhkan syahwat para lelaki yang melihat foto itu?

Kameramen

Biasanya, kameramen ini kan berkeja di sebuah stasiun televisi. Mungkin di program tv yang tertentu. Kameramen itu bisa saja ditugaskan keluar, (maksudnya jalanan, mislanya) atau ke sebuah tempat disata.

Saat, mensyuting/menjalankan tugasnya sebagai kameramen. Pastinya, kamera itu menyoroti orang-orang yang ada di tempat di wisata/sebuah jalan. Pasti adalah, orang-orang yang auratnya terlihat, seprti perempuan tidak memakai jilbab.

Lalu, ketika seorang kameramen menyorot perempuan itu (misalnya) yang tidak memakai jilbab. Lalu, ditayangkan secara live (langsung). Lalu bagaimana dengan auratnya? Auratnya langsung diperlihatkan kepada khalayk banyak. Sehingga orang-orang melihatnya dan bisa jadi menumbuhkan syahwat bagi orang yang melihatnya?

====

Mungkin, ini hanya sebuah catatan Indah (aku) belaka.

Indah hanya ingin.. Sahabat, yang membacanya tahu. Kalau segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini akan diminta pertanggung jawabannya. Sahabat, kamu memang boleh.. Boleh.. Boleh banget! Berbuat sesuatu yang kamu inginkan di dunia ini. Silakan, bersang-senanglah dengan duniamu sendiri. Tapi, asalkan engkau tahu.. Semua yang kamu perbuat itu akan diminta pertanggung jawabannya kepadamu. Allah itu Maha teliti, Maha mengetahui.

Kalau kita, seorang fotografer, kameramen, sie dokumentasi menyorot/memotret atapau pun mengupload foto ke khayalak orang banyak, seperti.. media cetak, televisi, facebook, twitter, blog, atau situs lainnya.. Tapi, yang mennjadi objek/ gambarnya adalah wanita atau lelaki, tapi auratnya terlihat.. Bisa menjadi dosa, bagi orang yang melihatnya. Bisa menimbulkan syahwat (hawa nafsu yang besar) kepada yang melihatnya!

Melihat aurat wanita atau laki-laki yang bukan mahramnya atau bukan sesama gender adalah dosa. Melihat saja dosa sahabatku.. Bagaimana jika kita yang menjadi wasilah (perantara) penyambungan dosa itu? Bagaimana jika kita yang meng-upload ke khalayak ramai, lalu orang yang TIDAK BERHAK melihat foto itu yang terlihat auratnya. Ia menjadi dosa.. TApi lebih dosalah kita jika menjadi pentara yang menguplodenya.

Atau bisa saja yang menjadi role modelnya adalah yang meng-uploadnya. Ia juga dosa.
Sahabat, aku tahu.. Dosa dan pahal itu HAK PROGRATIf-Nya Allah azza wa jalla. Tapi, kita tahu, kalau kita lihat aurat orang lain yang bukan menjadi mahrom kita, adalah dosa.

Jadi, buat ketiga profesi tadi.. Saya harap bisa mengambil gambar yang tidka terlihat aurat objeknya! :D Ingat, semua yang kamu lakukan akan diminta pertanggung jawabannya. Memang hampir semua menjadi prentaranya. Tapi, kalau kita bisa menghentikannya kenapa tidak?

Salam ukhuwah
Indah Fatmawati

 

 

About the author

Indah Fatmawati Hanya seorang anak kecil yang dilahirkan ke dunia untuk ditugaskan beribadah kepada-Nya dan mencari keridhaan-Nya. Agar dapat kembali pulang ke kampung halaman. Dan aku berharap, dengan adanya website ini orang-orang bisa semakin menganal islam lebih dalam. Dan memberikan citra islam yang baik. Bahwa kami ini bersatu dan satu. Merubah pandangan orang-orang bahwa sebenarnya ini agama Allah azza wa jala yang risalahnya datang dari tujuh lapis langit.

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , ,

1 response to "Ada Apa Ketika Menjadi Sie Dokumentasi, Potografer, Kameramen, lalu Mengupload Fotonya!"

  1. Bahar HS says:

    Asalamualaikum Wr Wb. mohon share info nya

Leave a reply

Like This Yo!

Links:Longchamp Pas Chercheap beats by dreGiuseppe Zanotti HommeCheap Beats by Dre