Biografi Syihabuddin al-Alusi

Nama lengkapnya adalah al-Imam Abu Sana Syihab al-Din al-Sayyid Mahmud bin Abdullah al-Husain al-Alusi al-Baghdadi. Beliau lebih popular disebut dengan nama al-Alusi. Beliau hidup pada abad 13 Hijriah atau pada abad 19 Masehi, bertepatan dengan masa dinasti kerajaan Mamluk dan masa daulah Utsmaniyah yang menguasai Irak secara otoriter.Ia adalah seorang ahli tafsir, hadist dan fiqih selain itu ia juga seorang sastrawan dan penyair 1 dari Iraq yang lahir di Baghdad pada tahun 1802 dan wafat pada tahun 1854.

Ia dan keluarganya tinggal di suatu daerah dekat sungai Eufrat antara Baghdad dan Syam (Syiria). Nasab keturunannya adalah Arab Asli, dan keluarganya dikenal alim, taqwa wara' dan keluarga yang menjunjung tinggi aktifitas zuhud, tasawwuf dan keilmuan. Dikenal memilik hafalan yang kuat dan otak yang briliant membuat al-Alusi mulai aktif dalam belajar dan menulis sejak usia 13 tahun.

Dalam bidang sastra, al-Alusi memiliki beberapa puisi atau Sya'ir tetapi dia tidak memiliki koleksi tercetak syair tersebut. Selain itu al-Alusi melakukan penafsiran alquran, sehingga ia juga dikenal sebagai ahli tafsir yang telah mengabdikan hidupnya untuk menyusun kitab tafsir.4 al-Alusi adalah salah satu pilar kebangkitan sastra pada masanya, dia bukan hanya seorang ahli tafsir, tetapi juga seorang penulis yang secara pribadi menulis buku dan karya sastra murni, dan dia dianggap sebagai penulis terdepan. Ia juga memiliki hubungan yang baik dengan para penyair dan penulis.

Puisi al-Alusi adalah puisi ulama, di mana budaya linguistik yurisprudensial komprehensifnya terbukti, Pemikirannya mendahului emosi dan imajinasinya, kemudian memunculkan kejujuran dan ekspresi.

Salah satu karya al-Alusi -sebagai contoh : kitab ruh al-Ma'ani- memiliki karakter eklektik dan selektif (intiqa'iyyah), yakni dalam melakukan eksplorasi penafsira, al-Alusi tidak hanya mengutip pendapat-pendapat ulama sebelumnya tanpa memberikan penilaian terhadap pendapat tersebut, melainkan juga kritik dan bahkan penolakan terhadap pendapat tersebut jika dinilai tidak tepat. bahkan ash-Shabuni dengan apresiatif mengatakan bahwa tafsir al-Alusi dapat dianggap sebagai tafsir yang paling baik untuk dijadikan rujukan dalam kajian tafsir bi al- Riwayah, bi al-Dirayah dan bi al-Isyarah.

al-Alusi adalah salah satu orang yang sangat peduli terhadap persoalan-persoalan keilmuan. Yang menarik, jika biasanya murid yang melayani guru, pada al-Alusi terbalik, sang guru yang melayani muridnya. Ia menyediakan semua fasilitas untuk mendukung para muridnya. Jadi bukan hal yang aneh jika al-Alusi dikenal dikawasan Irak sebagai pemerhati pendidikan yang sangat berbudi luhur dan mulia. Ia akan memberikan perhatian yang lebih dan tulus pada siapapun yang haus akan ilmu pengetahuan.

Kebangkitan al-Alusi dalam kesusastraan adalah kebangkitan besar sehingga para penulis berkumpul di sekitarnya dia salah satu penyelenggara gerakan sastra dan mengkatifkan hubungan sesama sastrawan pada masanya.

Belum ada Komentar untuk "Biografi Syihabuddin al-Alusi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel