Biografi Mikhail Naima Tokoh Sastra Arab Mahjar

 

Biografi Mikhail Naima
Biografi Mikhail Naima

Biografi Mikhail Naima ( 1889 – 1988 M )

        Mikhail Naima dilahirkan di Baskinta Lebanon pada tanggal 22 November 1889 M dari keluarga Kristen Ortodoks yang taat dalam beragama. Di Baskinta ia menerima pendidikan dasar dan pada tahun 1899 ia masuk sekolah Rusia yang didirikan di kotanya khusus untuk anak-anak dari komunitas Ortodoks, dia menunjukkan keunggulan dan integritas hidup. Pada tahun 1902 Mikhail Naima dikirim ke Nazareth Palestina untuk melanjutkan studinya di Rumah Guru Rusia. Pada tahun 1906 ia pindah ke Seminari Teologi di Poltava Ukraina, di tempat ini ia lebih bayak membaca dan belajar tentang literatur Rusia dan menemukan hubungan spritual dalam tulisan Tolstoy.
Pada tahun 1911 Mikhail Naima kembali ke Lebanon dan pada tahun yang sama ia pindah ke Washington Amerika Serikat bersama saudara laki-lakinya dan mulai belajar bahasa Inggris sebagai syarat masuk Washington State University dan kemudian pada tahun 1916 ia lulus dari Universitas ini dengan gelar di bidang Seni dan Hukum.
        Setelah lulus dari bidang hukum dari Washington State University di Amerika Serikat, ia menetap di New York City dan bekerja sebagai jurnalis dan kritikus untuk publikasi berbahasa Arab di sana. Setelah beberapa waktu Naima pergi ke Prancis untuk melanjutkan studi diplomanya di bidang sastra dan kembali ke New York setelah beberapa tahun untuk bekerja di sebuah perusahaan kejurnalistikan atau bisa disebut dengan kantor berita. 
        Setelah kembali ke New York, Naima bertemu dengan Gibran Kahlil Gibran dan membangun persahabatan yang erat. Dari pertemuannya itu Gibran yang berpengaruh di New York mengajak Naima untuk mendirikan sebuah komunitas sastrawan arab disana yang kemudian dikenal dengan Al-Rabithah Al-Qalamiyah atau dalam istilah bahasa inggris dikenal sebagai The Pen League. Dalam perkumpulan ini Naima berperan sebagai penulis utama yang memberikan banyak sumbangsih terhadap kepenulisan sastra modern. Tidak hanya dengan Khalil Gibran dalam perkumpulan ini Mikhail Naima juga bertemu dengan sastrawansastrawan Arab lain.
        Mikhail Naima dikenal sangat piawai dalam menulis puisi, penulis esai, dan penulis cerita pendek yang membantu memperkenalkan modern realisme menjadi fiksi prosa Arab. Dalam cerpennya, Naima menggambarkan masalah-masalah masyarakat Lebanon secara lebih realistis dan dengan kecanggihan teknis yang lebih tinggi daripada para penulis Arab sebelumnya. 
        Selain terkenal sebagai seorang penulis karya sastra ia juga dikenal sebagai kritikus sastra. Koleksi cerpennya termasuk al-Marāhil (1933; "The Stages"), Kana ma kāna (1937; "Once upon a Time"), dan al-Bayādir (1945; "The Threshing Floors"). Buku-bukunya yang luar biasa adalah biografi Gibran (1934), The Book of Mirdad (yang ditulis juga dalam bahasa Inggris pada tahun 1948), dan Hamas Al-Jufun (1945).
        Pada tahun 1932 ia kembali ke Lebanon sebagai penulis yang sangat terkenal dan menetap di desa asalnya. Ia meninggal dunia pada usia 98 tahun pada tanggal 28 Februari 1988 karena terkena penyakit Pneumonia. Naima banyak mengangkat tema-tema yang menggambarkan keadaan masyarakat Lebanon dan keseharian mereka melalui tradisi-tradisi yang sering dijalankan. Hal tersebut tergambar dalam cerpen sa’at al-kuku, al-zakhira, saadat al-beyk dan sinitha al-jadida. Selain cerpen-cerpen tersebut ada satu cerpen yang berjudul shorti yang cenderung lebih menggambarkan tentang keadaan tentara Lebanon pada masa perang.
        Adapun Karakteristik dari karya-karya Mikhail Naima berbeda dengan sahabatnya, Gibran. Apabila Gibran dikenal sebagai pencetus Puisi Narasi yang keluar dari koridor kesusasteraan arab pada era klasik maka Naima lebih dari itu. Naima menulis puisi yang sarat akan keoptimisan dan kehumanisan, dia menulis puisi narasi yang sama dengan Gibran atau sekarang lebih populer dengan sebutan Gibranisme atau Jubraniyyah, tapi puisi Naima lebih mengarah pada narasi secara keseluruhan. Hingga beberapa orang menyebut itu sebagai kumpulan cerita pendek oleh Naima dengan bahasa yang apik dan menarik. Naima juga lebih jarang menulis tentang sisi negatif, dia lebih cenderung menuliskan kepedulian sosial dan sisi kemanusiaan dengan daya optimisme yang tinggi sehingga dapat mengangkat semangat para kaum yang tertindas. Selain narasi puisi dan cerita pendek, Naima juga merupakan seorang esais dan kritikus.
        Pada umumnya, tulisan-tulisan Naima lebih banyak terpengaruh dari sastrawansastrawan Rusia, karena pendidikan yang lama ia tempuh disana. Namun, tak dapat ditutupi juga bahwa Naima dan sastrawan mahjar yang lain juga mendapat pengaruh dari para sastrawan romantik dan kaum transedental Amerika, diantaranya: Longfellow, Emerson, Whitman, dan Whittier. Melalui pemikiran-pemikiran pembaharu ini Naima turut mencetuskan istilah syi’r al-hurr/mursal atau disebut juga dengan sastra bebas.

Belum ada Komentar untuk "Biografi Mikhail Naima Tokoh Sastra Arab Mahjar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel